Minggu, 17/05/2026 01:43 WIB

Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai





Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi di dunia.

Ilustrasi - mengenal gejala dan penyebab hipertensi yang perlu diwaspadai (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi di dunia.

Meski sering dianggap sepele, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga gangguan jantung jika tidak ditangani dengan baik.

Karena sering muncul tanpa gejala yang jelas, hipertensi bahkan dikenal sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam.

Secara umum, hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus.

Tekanan darah diukur melalui dua angka, yaitu sistolik (tekanan saat jantung memompa darah) dan diastolik (tekanan saat jantung beristirahat).

Hipertensi umumnya terjadi ketika tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90 mmHg, meski beberapa pedoman kesehatan juga menggunakan ambang berbeda.

Para ahli membagi hipertensi menjadi dua jenis, yakni hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer merupakan jenis yang paling sering terjadi dan berkembang secara bertahap tanpa penyebab pasti.

Sementara hipertensi sekunder dipicu oleh kondisi medis tertentu atau faktor lain yang mendasarinya.

Ada sejumlah faktor yang dapat memicu atau meningkatkan risiko hipertensi, di antaranya:

1. Konsumsi garam berlebihan

Asupan natrium tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan meningkatkan tekanan darah.

2. Kurang aktivitas fisik

Gaya hidup yang minim olahraga dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan tekanan darah.

3. Kelebihan berat badan atau obesitas

Berat badan berlebih membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

4. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol

Zat dalam rokok dan alkohol dapat memengaruhi pembuluh darah dan kesehatan jantung.

5. Riwayat keluarga

Faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi.

6. Penyakit tertentu

Gangguan ginjal, masalah hormon, gangguan tiroid, hingga sleep apnea dapat menjadi penyebab hipertensi sekunder.

Salah satu tantangan terbesar dari hipertensi adalah gejalanya yang sering tidak terasa. Banyak penderita baru menyadari kondisinya setelah tekanan darah meningkat tinggi atau muncul komplikasi.

Namun dalam beberapa kondisi, gejala yang dapat muncul antara lain:

- Sakit kepala

- Pusing

- Mimisan

- Sesak napas

- Nyeri dada

- Gangguan penglihatan

- Telinga berdenging

- Detak jantung tidak teratur

- Mual atau muntah pada kondisi berat

Karena kerap tidak menimbulkan tanda yang jelas, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini.

Dengan perubahan gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengurangi konsumsi garam, dan menghindari rokok, risiko hipertensi dapat ditekan.

KEYWORD :

17 Mei Hari Hipertensi Sedunia Gejala dan Penyebab Peringatan Internasional




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :