Jum'at, 15/05/2026 00:32 WIB

Apa Itu Hari Penolak Wajib Militer Sedunia? Ini Sejarahnya





Tanggal 15 Mei diperingati secara global sebagai Hari Penolak Wajib Militer Sedunia (International Conscientious Objectors` Day).

Ilustrasi - wajib militer Rusia yang dipanggil untuk dinas militer berbaris di pusat perekrutan di Simferopol, Krimea (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah eskalasi konflik bersenjata yang masih membayangi berbagai belahan dunia, tanggal 15 Mei diperingati secara global sebagai Hari Penolak Wajib Militer Sedunia (International Conscientious Objectors` Day).

Peringatan ini didedikasikan bagi mereka yang, karena alasan hati nurani, etika, atau keyakinan agama, memilih untuk menolak berpartisipasi dalam aktivitas militer dan peperangan.

Berbeda dengan perayaan militer pada umumnya, hari ini menjadi momen refleksi bagi organisasi hak asasi manusia untuk menyoroti perjuangan individu-individu yang seringkali menghadapi stigma sosial, diskriminasi, hingga hukuman penjara demi mempertahankan prinsip perdamaian mereka.

Peringatan ini bermula dari gerakan perdamaian di Eropa pasca-Perang Dunia. Fokus utamanya adalah mengakui bahwa penolakan berdasarkan hati nurani (conscientious objection) merupakan bagian dari hak asasi manusia yang fundamental, yaitu hak atas kebebasan berpikir, berkeyakinan, dan beragama.

Banyak media internasional mencatat bahwa hari ini pertama kali digemakan secara luas untuk menghormati mereka yang menolak mengangkat senjata dalam konflik-konflik besar di masa lalu.

Seiring berjalannya waktu, gerakan ini berevolusi menjadi kampanye global yang dikoordinasikan oleh organisasi seperti War Resisters` International (WRI), yang berbasis di London.

Hingga tahun 2026, diskursus mengenai wajib militer masih menjadi isu sensitif di banyak negara.

Di beberapa wilayah yang sedang mengalami ketegangan geopolitik, penolakan terhadap wajib militer sering kali dianggap sebagai bentuk ketidaksetiaan terhadap negara.

Di mata dunia internasional, Hari Penolak Wajib Militer Sedunia berfungsi sebagai pengingat bahwa perdamaian tidak hanya dibangun di meja perundingan antar-negara, tetapi juga dari keberanian individu untuk berkata "tidak" pada kekerasan.

Peringatan 15 Mei ini ditutup dengan pesan kuat dari berbagai komunitas global: bahwa di tengah dunia yang seringkali terbagi oleh garis peperangan, suara-suara yang menuntut perdamaian berdasarkan hati nurani adalah aset berharga bagi masa depan kemanusiaan yang lebih harmonis.

KEYWORD :

Peringatan Internasional 15 Mei Hari Penolak Wajib Militer Sedunia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :