Senin, 11/05/2026 13:33 WIB

Taiwan Pilih Kalem jelang Kunjungan Trump ke China





Pemerintah Taiwan masih cukup percaya diri terhadap stabilitas hubungan mereka dengan Amerika Serikat (AS) menjelang kunjungan Presiden Donald Trump

Sebuah miniatur Angkatan Laut terlihat di depan bendera China dan Taiwan yang dipajang dalam ilustrasi yang dibuat pada 11 April 2023. REUTERS

Taipei, Jurnas.com - Pemerintah Taiwan masih cukup percaya diri terhadap stabilitas hubungan mereka dengan Amerika Serikat (AS) menjelang kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing, China, pekan ini.

Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung, menegaskan pada Senin (11/5) bahwa Washington telah berulang kali menjamin kebijakan terhadap pulau tersebut tidak akan berubah.

Donald Trump dijadwalkan berada di Beijing mulai Rabu hingga Jumat untuk melakukan pertemuan puncak dengan Presiden China, Xi Jinping.

Isu kedaulatan Taiwan dipastikan menjadi agenda utama, mengingat China tidak pernah melepaskan niat untuk menggunakan kekuatan demi membawa Taiwan di bawah kendalinya.

"Kami telah mempertahankan komunikasi berkelanjutan dengan Amerika Serikat—baik melalui pernyataan publik dari pemerintah AS maupun melalui saluran non-publik," kata Lin Chia-lung dikutip dari AFP.

"Kami yakin akan perkembangan stabil hubungan Taiwan-AS. Pemerintah AS telah berulang kali menyatakan bahwa kebijakan Taiwan-nya tidak akan berubah," dia menambahkan.

Namun, di balik optimisme tersebut, ketegangan domestik muncul terkait anggaran pertahanan. Parlemen Taiwan yang dikuasai oposisi baru-baru ini meloloskan anggaran pertahanan khusus dengan nilai yang lebih kecil dari permintaan pemerintah.

Langkah ini memicu kekecewaan dari pejabat senior AS di Washington yang menilai anggaran tersebut belum cukup memenuhi kebutuhan pertahanan Taiwan yang mendesak.

Lin menekankan bahwa kemampuan pertahanan diri yang kuat adalah kunci utama untuk mencegah konflik.

“Perdamaian bergantung pada kekuatan, itu membutuhkan demonstrasi kapabilitas pertahanan untuk bela diri guna mencegah agresi. Terutama karena saat ini komunis China sedang melakukan pembangunan kekuatan militer dan ekspansi otoriter,” kata Lin.

Pemerintah Taiwan kini berharap parlemen dapat mengambil langkah perbaikan agar anggaran pertahanan dapat mendukung kebijakan keamanan nasional.

Bagi Taipei, stabilitas di Selat Taiwan bukan hanya kepentingan lokal, melainkan tujuan bersama antara Taiwan dan negara-negara lain yang memiliki visi serupa di kawasan tersebut.

KEYWORD :

Hubungan Taiwan dan AS Donald Trump ke China Lin Chia-lung




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :