Kapal tanker HMM NAMU milik Korea Selatan (Foto: AP)
London, Jurnas.com - Inggris dan Prancis dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan menteri pertahanan dari 40 negara pada Selasa (12/5) besok, guna membahas rencana militer untuk memulihkan arus perdagangan melalui Selat Hormuz.
Pertemuan virtual ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran memberikan peringatan keras kepada London dan Paris terkait pengerahan kapal perang ke wilayah tersebut.
Inggris telah mengirimkan kapal perusak HMS Dragon, sementara Prancis mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir, Charles de Gaulle.
Kedua negara menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk persiapan awal atau pra-posisi sebelum misi internasional, dimulai untuk melindungi pelayaran komersial.
“Kami mengubah kesepakatan diplomatik menjadi rencana militer praktis untuk memulihkan kepercayaan bagi pelayaran melalui Selat Hormuz,” kata Menteri Pertahanan Inggris John Healey dikutip dari AFP pada Senin (11/5).
Namun, rencana tersebut mendapat penolakan keras dari Teheran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, memperingatkan bahwa setiap kapal perang asing yang memasuki wilayah itu akan menghadapi respons yang tegas dan segera.
“Hanya Republik Islam Iran yang dapat menciptakan keamanan di selat ini,” ujar Gharibabadi.
Menariknya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mencoba meredakan ketegangan dengan menyatakan bahwa Prancis tidak pernah membayangkan pengerahan angkatan laut sepihak, melainkan sebuah misi keamanan yang akan dikoordinasikan dengan Iran.
Berbicara dari Nairobi, Macron menegaskan penolakannya terhadap blokade dari pihak manapun dan menolak biaya apapun yang dikenakan untuk memastikan kapal dapat melewati jalur strategis tersebut.
Sebelum perang pecah pada 28 Februari lalu, sekitar seperlima minyak dunia melewati Selat Hormuz. Namun, sejak Iran menutup jalur tersebut dan Amerika Serikat membalas dengan blokade terhadap pelabuhan Iran, pasar global mengalami gejolak hebat dengan harga minyak yang melonjak drastis. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal untuk menstabilkan kembali jalur energi tersibuk di dunia tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Blokade Selat Hormuz Konferensi Hormuz Inggris dan Prancis

























