Rabu, 29/04/2026 02:53 WIB

Ini Sejarah Hari Tari Internasional yang Diperingati Setiap 29 April





Setiap tahunnya, panggung seni dunia bersatu dalam sebuah perayaan gerak yang dikenal sebagai Hari Tari Internasional.

Ilustrasi - ini sejarah dan tujuan dari peringatan Hari Tari Internasional setiap tanggal 29 April (Foto: Dok Pemerintah Kabupaten Lampung Utara)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tahunnya, panggung seni dunia bersatu dalam sebuah perayaan gerak yang dikenal sebagai Hari Tari Internasional.

Meskipun sering kali terjadi simpang siur mengenai tanggal pelaksanaannya, organisasi kebudayaan dunia di bawah naungan UNESCO telah menetapkan bahwa tanggal 29 April adalah momen resmi untuk merayakan bahasa universal manusia, yakni tarian.

Sejarah peringatan ini dimulai pada tahun 1982, ketika Komite Tari Internasional dari International Theatre Institute (ITI) memutuskan untuk menciptakan sebuah hari khusus bagi para penari di seluruh dunia.

Pemilihan tanggal 29 April memiliki alasan historis yang sangat kuat, yaitu untuk memperingati hari kelahiran Jean-Georges Noverre.

Ia adalah seorang pencipta tarian asal Prancis yang lahir pada tahun 1727 dan dikenal luas sebagai sosok yang mengubah wajah balet modern melalui pemikiran-pemikirannya yang revolusioner tentang ekspresi emosional dalam tarian.

Tujuan utama dari penetapan hari ini bukan sekadar untuk merayakan keindahan estetika gerak, tetapi untuk meruntuhkan hambatan politik, budaya, dan etnis.

Tarian dianggap sebagai media komunikasi yang paling jujur karena mampu menyampaikan pesan perdamaian dan kemanusiaan tanpa perlu sepatah kata pun.

Setiap tahun, ITI memilih seorang koreografer atau penari terkemuka dari berbagai belahan dunia untuk menulis Pesan Hari Tari Internasional yang kemudian diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan disebarkan ke seluruh dunia.

Di Indonesia, semangat Hari Tari Internasional sering kali dirayakan dengan cara yang sangat kolosal. Dari panggung-panggung di Jakarta hingga pelataran candi di Jawa Tengah, para seniman tradisional maupun kontemporer berkumpul untuk menari bersama.

Peringatan ini menjadi pengingat bagi masyarakat lokal bahwa kekayaan tari tradisi Nusantara adalah bagian dari warisan budaya dunia yang harus terus dijaga relevansinya di tengah arus modernisasi.

Melalui perayaan ini, masyarakat diingatkan kembali bahwa menari adalah hak setiap individu, baik itu profesional maupun amatir.

Hari Tari Internasional menjadi seruan global bagi pemerintah dan institusi di seluruh dunia untuk lebih memperhatikan pendidikan seni tari, mengingat peran vitalnya dalam memperkaya batin manusia dan mempererat kohesi sosial di tengah perbedaan.

KEYWORD :

29 April Hari Tari Internasional Sejarah Dunia Peringatan Internasional




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :