Minggu, 26/04/2026 02:37 WIB

Guru Ingatkan Dampak Layar Digital pada Cara Siswa Belajar dan Berpikir





Penggunaan perangkat digital di ruang kelas kian masif, namun para guru mulai menyoroti dampaknya terhadap cara siswa belajar dan berpikir

Ilustrasi tablet untuk menunjang produktivitas belajar (Foto: Kelly Sikkema/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Penggunaan perangkat digital di ruang kelas kian masif, namun para guru mulai menyoroti dampaknya terhadap cara siswa belajar dan berpikir. Studi terbaru yang dimuat di jurnal Digital Education Review mengungkap perubahan signifikan dalam pola belajar akibat kebanyakan menggunakan layar.

Di Spanyol, transformasi digital pendidikan terlihat jelas, dengan 92% sekolah menengah negeri telah menggunakan platform pembelajaran virtual pada tahun ajaran 2022–2023. Meski dianggap sebagai kemajuan, para peneliti menilai ada sisi lain yang mulai mengkhawatirkan.

Dikutip dari Earth, penelitian yang melibatkan guru-guru di wilayah Catalonia menemukan bahwa digitalisasi diterapkan sangat cepat tanpa evaluasi menyeluruh terhadap dampaknya.

“Motivasi utama penelitian ini adalah untuk meninjau ulang secara kritis makna pembelajaran dengan layar di pendidikan menengah saat ini,” ujar peneliti Raúl Navarro.

Ia menambahkan, “Kami mengamati bahwa digitalisasi diterapkan dengan sangat cepat, didorong kebijakan dan tekanan sektor teknologi, tetapi tanpa cukup mempertimbangkan dampak nyatanya terhadap pembelajaran.”

Selain itu, menurutnya, suara guru justru sering terpinggirkan dalam diskursus publik yang cenderung terlalu optimistis terhadap teknologi.

Para guru menilai penggunaan platform digital mengubah cara siswa memahami materi, sering kali menjadi lebih dangkal dan terfragmentasi.

“Platform mendorong pembacaan yang superfisial dan terputus-putus, menghambat pemahaman mendalam, serta memaksakan ritme cepat yang memengaruhi konsentrasi,” ujar Navarro.

Selain itu, muncul kekhawatiran terhadap penggunaan kecerdasan buatan generatif dalam tugas sekolah. “Penggunaan AI generatif mempermudah delegasi kognitif dan mengurangi keterlibatan siswa dalam proses dasar seperti menulis, menyusun argumen, dan merangkum,” katanya.

Guru juga mencatat meningkatnya kelelahan digital dan perubahan pola belajar siswa yang cenderung menginginkan hasil instan.

“Kami melihat adanya kejenuhan digital dan perubahan pada cara siswa memaknai pembelajaran, yang semakin dipengaruhi oleh logika kecepatan dan kepuasan instan,” ujar Navarro.

Meski demikian, tidak semua pandangan bersifat negatif karena sebagian guru melihat potensi teknologi jika digunakan secara selektif. “Ada juga suara yang melihat potensi pedagogis teknologi jika digunakan dengan pengaturan dan pendekatan kritis,” ujarnya.

Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital di pendidikan bukan sekadar soal alat, tetapi juga menyangkut perubahan mendasar dalam cara berpikir dan belajar siswa. Para peneliti pun menekankan pentingnya melibatkan pengalaman guru dalam merumuskan masa depan pendidikan di era digital. (*)

KEYWORD :

Dampak Layar Digital Siswa Belajar Platform Digital Peran Guru




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :