Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Foto: Murat Cetinmuhurdar/Kantor Pers Kepresidenan/selebaran via Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Hubungan diplomatik antara Turki dan Uni Eropa kembali berada di titik nadir setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan dilaporkan belum menerima undangan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa yang berlangsung di Siprus pada 23-24 April.
Berdasarkan laporan dari portal berita Euractiv yang mengutip pernyataan beberapa pejabat Uni Eropa, absennya pemimpin Turki tersebut mencerminkan adanya perubahan sikap yang signifikan dari pihak Brussel.
Perubahan ini ditengarai kuat berakar pada ketidaksenangan Uni Eropa terhadap kedekatan hubungan diplomatik yang dijalin Ankara dengan Teheran dalam beberapa waktu terakhir.
Wakil Menteri Urusan Eropa Siprus, Marilena Raouna, memberikan penjelasan yang cukup samar mengenai alasan di balik keputusan tidak mengundangnya Erdogan.
Ia hanya menyebutkan bahwa langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan geopolitik yang tengah terjadi saat ini.
Padahal, pertemuan tingkat tinggi tersebut direncanakan akan menjadi forum yang cukup luas dengan kehadiran sejumlah pemimpin negara dari kawasan Timur Tengah dan sekitarnya, termasuk para pemimpin dari Lebanon, Yordania, Mesir, dan Suriah, serta Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk yang dijadwalkan hadir pada Jumat (24/4).
Di sisi lain, di tengah pengucilan dari agenda KTT Uni Eropa tersebut, Presiden Erdogan justru terlihat aktif memperkuat peran strategisnya di wilayah lain melalui diplomasi telepon.
Baru-baru ini, Erdogan melakukan pembicaraan intensif dengan Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif, untuk membahas isu krusial mengenai gencatan senjata di Iran.
Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas perkembangan terkini serta peluang keberlanjutan stabilitas di kawasan tersebut, menunjukkan bahwa fokus Turki tetap tertuju pada stabilitas regional meski hubungan dengan blok Eropa sedang mendingin.
Dalam pernyataan resmi dari kantor kepresidenan Turki, Erdogan secara khusus menyampaikan apresiasinya terhadap peran Pakistan dalam mendukung terciptanya perdamaian.
Ia menegaskan bahwa Turki siap memberikan dukungan penuh bagi segala proses yang menuju pada penghentian konflik.
Presiden Erdogan menyatakan bahwa periode gencatan senjata selama dua pekan harus dimanfaatkan secara efektif. Ia juga menegaskan kembali bahwa Turki akan terus berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas yang langgeng.
Sebagai respons, Perdana Menteri Sharif pun menyampaikan terima kasihnya atas kontribusi aktif Erdogan dalam proses perdamaian yang tengah berjalan tersebut. (ant)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Uni Eropa KTT Uni Eropa



























