Rabu, 22/04/2026 12:12 WIB

Soroti Ancaman Nuklir di Asia-Pasifik, Indonesia Dorong Implementasi TPNW





Bagi Asia-Pasifik, senjata nuklir bukan ancaman yang jauh, melainkan tantangan keamanan yang nyata dan terus berkembang

Indonesia bersama Austria, ICAN, ICRC, menggelar Asia-Pacific Regional Conference on the Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW) and Security Concerns related to Nuclear Weapons (Foto: Kemlu)

Jakarta, Jurnas.com - Indonesia kembali menegaskan perannya dalam diplomasi global dengan mengajak negara di Asia Pasifik untuk meninjau ulang konsep keamanan dan memajukan pelarangan senjata nuklir, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Bersama Austria, International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), dan International Committee of the Red Cross (ICRC), Indonesia menggelar Asia-Pacific Regional Conference on the Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW) and Security Concerns related to Nuclear Weapons.

Konferensi yang berlangsung pada Jumat (17/4) ini dihadiri lebih dari 20 negara dan organisasi internasional. Forum ini menjadi ruang untuk membahas tantangan keamanan regional dan global terkait senjata nuklir, serta mendorong kemajuan universalisasi dan implementasi TPNW

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Tri Tharyat, menegaskan bahwa Konferensi ini berlangsung pada momentum yang sangat penting, di tengah meningkatnya risiko nuklir akibat ketegangan geopolitik dan berlanjutnya ketergantungan pada penangkalan nuklir.

“Bagi Asia-Pasifik, senjata nuklir bukan ancaman yang jauh, melainkan tantangan keamanan yang nyata dan terus berkembang,” kata Tri Tharyat, dikutip Kemlu, Selasa (21/4).

Dirjen Kerja Sama Multilateral menekankan bahwa dinamika keamanan menuntut refleksi ulang terhadap pendekatan yang selama ini masih bergantung pada logika penangkalan nuklir.

Dalam konteks ini, TPNW dipandang sebagai instrumen yang tidak hanya memperkuat arsitektur perlucutan senjata global, tetapi juga mengedepankan perspektif kemanusiaan sebagai dasar membangun keamanan.

Konferensi ini bertujuan mengkaji ulang persepsi ancaman dan risiko keamanan terkait senjata nuklir secara menyeluruh, serta mengidentifikasi langkah untuk mendorong implementasi dan universalisasi TPNW di kawasan Asia Pasifik.

Tingkat partisipasi dan ratifikasi TPNW di kawasan yang masih terbatas menunjukkan perlunya upaya bersama yang lebih kuat dan inklusif.

Penyelenggaraan konferensi ini semakin relevan menjelang the 11th NPT Review Conference akhir bulan ini serta 1st TPNW Review Conference pada akhir tahun 2026, yang diharapkan memperkuat momentum global bagi agenda pelucutan senjata nuklir.

Para peserta konferensi menegaskan kembali bahwa senjata nuklir menimbulkan ancaman bencana kemanusiaan dan lingkungan yang sangat besar, melampaui batas negara dan generasi. Dalam hal ini, upaya bersama perlu diperkuat untuk mengatasi risiko tersebut, khususnya melalui penguatan norma pelarangan senjata nuklir.

Indonesia secara konsisten mendukung TPNW sejak perundingannya pada tahun 2017. Melalui konferensi ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam upaya pelucutan senjata nuklir global serta menjaga keamanan dan perdamaian internasional.

KEYWORD :

Ancaman Nuklir Asia Pasifik Implementasi TPNW




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :