Jum'at, 17/04/2026 23:34 WIB

Masjid Didorong Adopsi Energi Surya Lewat Program Sedekah Energi





MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact) mendorong penggunaan energi surya di lebih dari 800.000 masjid seluruh Indonesia, melalui program Sedekah

Forum MOSAIC mendorong penggunaan panel surya di seluruh masjid (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact) mendorong penggunaan energi surya di lebih dari 800.000 masjid seluruh Indonesia, melalui program Sedekah Energi.

Hal ini disampaikan dalam forum yang mempertemukan perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSO), serta asosiasi dan lembaga filantropi Islam.

Dikatakan, inisiatif solarisasi masjid selaras dengan target Presiden Prabowo Subianto yang baru-baru ini menetapkan ambisi pembangunan 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam beberapa tahun ke depan.

Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana menyatakan bahwa masjid dan pesantren memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang efektif bagi masyarakat.

"Ketika fasilitas keagamaan mengadopsi energi surya, dampaknya melampaui penghematan biaya operasional. Program Sedekah Energi sudah kami lakukan di enam masjid di Indonesia dengan total kapasitas 23.525 WP dari panel surya yang terpasang," kata Aldy dalam keterangannya pada Rabu (15/5).

MOSAIC telah merintis program Sedekah Energi sejak beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini, lebih dari 21.000 orang telah berpartisipasi sebagai donatur, dan instalasi panel surya telah berhasil dipasang di enam lokasi yaitu Sembalun, Yogyakarta, Tasikmalaya, Garut, Dharmasraya, dan Sijunjung.

Erick Tadung, selaku Koordinator dari Direktorat Energi Terbarukan, Kementerian ESDM, memaparkan potensi dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Dia menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang besar sebagai modal utama ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target bauran energi terbarukan.

"Energi surya memiliki potensi terbesar, yakni 3.294 gigawatt, melampaui sumber energi lain seperti angin, air, laut, dan panas bumi. Namun demikian, pemanfaatan EBT secara keseluruhan baru mencapai 0,4 persen dari kapasitas terpasang. Khusus energi surya, kapasitas yang dimanfaatkan baru sebesar 1,49 gigawatt," ujar Erick.

Sementara itu, Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Muhibuddin, memaparkan rencana aksi ekoteologi kementeriannya yang menempatkan solarisasi masjid sebagai salah satu prioritas tahun 2026. Rencana aksi tersebut mencakup empat konsep utama: Hutan Wakaf, Taman Kota Wakaf, Eco Masjid, dan Eco Pesantren.

"Saat ini sudah ada 10 kota wakaf di Indonesia, dan jumlah tersebut akan terus bertambah. Kolaborasi ini sangat sejalan dengan Rencana Aksi Ekoteologi Kemenag 2026 yang menargetkan 50 masjid siap mengadopsi teknologi hijau," kata Muhibuddin.

Forum ini menyepakati sejumlah titik lokasi yang akan menjadi fokus pilot project pada tahun ini, yang merupakan beberapa titik yang terdapat dalam program Kota Wakaf Kementerian Agama dan program pembangunan PLTS Kementerian ESDM.

KEYWORD :

Masjid Energi Surya Program Sedekah Energi Aldy Permana MOSAIC




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :