Ketua Nawa Cita Indonesia, Suryo Atmanto (kiri) bersama delegasi perusahaan kelistrikan Korea Selatan
Jakarta - Hasil kajian Nawacita Institute bahwa telah terjadi keterlambatan pembangunan listrik yang direncanakan 35 ribu Megawat dengan target 2019. Padahal, rencana besar arahan Presiden Joko Widodo harus bisa diproyeksikan penyebarannya ke seluruh Indonesia.
"Dari hasil kajian ternyata hingga 2019 hanya bisa dicapai sekitar 19.700 MW pembangunan pembangkit listrik sehingga sisanya sekitar 15.000 MW bisa dikerjakan oleh investor," ujar Ketua Umum Nawacita, Suryo Atmanto. Dengan kondisi itulah, Nawacita Indonesia melakukan komitmen bersama perusahaan raksasa Korea Western Power asal Korea Selatan dan juga perusahaan Tiongkok yang bergerak di bidang ketenagalistrikan yang memiliki pengalaman dalam pembangunan pembangkit listrik, pada Rabu (18/5) di Jakarta. Alasan pertemuan dengan perusahaan Korea Selatan itu, Suryo mengatakan, ternyata hingga 2019 hanya bisa dicapai sekitar 19.700 MW pembangunan pembangkit listrik sehingga sisanya sekitar 15.000 MW bisa dikerjakan investor Korea Selatan dan Tiongkok. "Investor Korea Selatan membangun pembangkit sementara Tiongkok khusus infrastruktur dengan nilai investasi total mencapai 10 miliar dolar AS," ujarnya.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Nawacita Indonesia Korea Selatan Jokowi


























