Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional Rafael Grossi di kantor pusat IAEA di Wina, Austria, 20 November 2024. REUTERS
Wina, Jurnas.com - Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyoroti serangan pesawat tak berawak yang menyasar pembangkit listrik nuklir Uni Emirat Arab (UEA), yang diduga dilakukan oleh Iran pada bulan lalu.
Menurut dia, serangan ini berisiko terhadap keselamatan nuklir. Karena itu, hal tersebut tidak dapat diterima, dan tidak boleh terjadi lagi di kemudian hari.
"Serangan itu menyebabkan kebakaran pada generator listrik yang terletak di luar perimeter dalam lokasi PLTN (pembangkit listrik tenaga nuklir), sehingga diperlukan generator darurat untuk menyediakan daya," kata Grossi dalam sebuah pertemuan di Wina, sebagaimana dikutip dari AFP pada Jumat (5/6).
Pertemuan itu diselenggarakan atas permintaan Mesir, Yordania, Maroko, dan Arab Saudi di tengah konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Serangan pada 17 Mei menghantam fasilitas listrik di pembangkit UEA. Adapun selama kunjungan ke pembangkit listrik tersebut pada pekan ini, Grossi mengatakan serangan tersebut dapat mengganggu pasokan listrik eksternal.
Selain itu, meskipun tingkat radiasi di pembangkit listrik tetap normal dan tidak ada laporan cedera, dia menekankan bahwa serangan semacam itu dapat menyebabkan pelepasan radioaktivitas yang tinggi.
Grossi menambahkan bahwa dia telah berbicara kepada para pemimpin UEA terkait dukungan IAEA. "Mengingat kekhawatiran umum yang disebabkan oleh perkembangan ini, saya telah berhubungan erat dan sering dengan para pemimpin di seluruh wilayah Teluk untuk membahas keselamatan dan keamanan nuklir di wilayah tersebut pada saat yang berbahaya," ujar dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pembangkit Nuklir UEA Konflik Timur Tengah Perang AS vs Iran











