Sabtu, 18/04/2026 11:18 WIB

Masuki Musim Panen, Kementan Gelar Pelatihan Penyegaran Penyuluh Pertanian





Masuki Musim Panen, Kementan Gelar Pelatihan Penyegaran Penyuluh Pertanian

Pelatihan Penyegaran Bagi Penyuluh Pertanian Pendamping Pertanian. (Foto: Kementan)

Gorontalo, Jurnas.com - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Pelatihan Penyegaran Bagi Penyuluh Pertanian Pendamping Pertanian. Pelatihan ini dilakukan melalui Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Innitiative (READSI) Provisi Gorontalo selama tujuh hari dari 26 Februari - 4 Maret 2024.

Pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi Penyuluh Pertanian di wilayah program READSI agar semakin mumpuni mendampingi petani binaannya, untuk mengingkatkan produktivitas dan produksi pertanian, diprioritaskan agar para penyuluh pertanian dapat mendorong menyiapkan petani menghadapi musim panen.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan mengatakan, saat ini dunia tengah menghadapi ancaman krisis pangan, sehingga upaya peningkatan produksi pangan tidak bisa dilakukan melalui langkah-langkah biasa.

"Pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produksi pangan strategis utamanya padi. Di antaranya dengan penggunaan teknologi, pendampingan petani melalui penyuluh pertanian," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan sekitar 20.000 insan pertanian yang di antaranya terdiri dari penyuluh pertanian dan petani siap mendukung pembangunan pertanian.

"Ini merupakan dukungan nyata atas peran penting penyuluh dan petani sebagai tonggak pembangunan pertanian," sebut Dedi.

Sedangkan menurut Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Muhammad Amin pada saat membuka acara pelatihan secara daring, Selasa (27/02/2024) mengatakan Program READSI walaupun sudah memasuki tahun terakhir, namun kegiatan di lapangan akan terus berjalan dengan baik untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani.

"Penyuluhan erat kaitannya dengan pemberdayaan suatu kelompok tani sebab pada proses penyuluhan melibatkan para petani atau anggota kelompok tani," jelas Amin.

"Pelatihan seperti ini sangat perlu dilakukan untuk memberikan edukasi pertanian dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar penyuluh dapat menginformasikan kepada petani," imbuh dia.

Pada kesempatam yang sama, Manajer READSI, Andi Amal Hayat Makmur mengatakan, tujuan kegiatan pelatihan penyegaran bagi penyuluh pendamping program READSI ini ialah meningkatkan kompetensi Penyuluh Pertanian di wilayah program READSI, agar dapat mendampingi petani binaannya, khususnya petani miskin, pemuda tani dan wanita tani dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan petani.

"Program READSI boleh berakhir tapi pendampingan kepada petani tidak akan pernah berakhir," tegas Amal.

Sementara itu, Kepala Dinas Puwohato, Gorontalo, Kamri Alwi mengatakan, kegiatan pelatihan ini sifatnya penyegaran.

“Diharapkan melalui pelatihan ini dapat meningkatkan produksi padi dalam memasuki musim panen,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pelatihan Penyegaran Bagi Penyuluh Pendamping Program READSI ini digelar secara serentak selama 7 (tujuh) hari, dari 26 Februari - 4 Maret 2024, yang diikuti oleh 224 orang penyuluh pertanian pendamping dari 13 kabupaten lokasi Program READSI.

Adapun peserta Pelatihan Penyegaran Bagi Penyuluh Pendamping Program READSI Provinsi Gorontalo yang meliputi Kabupaten Gorontalo, Puwohato, dan Bone Bolango diikuti sebanyak 54 peserta.

KEYWORD :

Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi Andi Amran Sulaiman Penyuluh




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :