Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (Foto: Reuters)
London, Jurnas.com - Pemanis aspartam yang sebelumnya dirumorkan mengandung zat karsinogen, kini dianggap aman dikonsumsi pada tingkat yang disepakati menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Putusan tersebut adalah hasil dari dua panel ahli WHO yang terpisah, salah satunya menelliti bukti bahwa suatu zat merupakan potensi bahaya, sementara lainnya menilai seberapa besar risiko aspartam di kehidupan nyata.
Aspartam merupakan salah satu pemanis paling populer di dunia, yang digunakan dalam berbagai produk mulai dari soda diet Coca-Cola hingga permen karet Mars` Extra.
"Jika konsumen dihadapkan pada keputusan apakah akan mengambil cola dengan pemanis atau dengan gula, saya pikir harus ada pilihan ketiga yang dipertimbangkan yaitu minum air putih," ujar Kepala Nutrisi WHO, Francesco Branca dikutip dari Reuters pada Jumat (14/7).
Namun WHO melalui laporannya dari dua panel ahli terpisah, tidak menyebut berapa banyak aspartam yang perlu dikonsumsi seseorang untuk berisiko.
Dalam deklarasi pertamanya tentang zat aditif, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) yang berbasis di Lyon, Prancis, mengatakan aspartam kemungkinan mengandung karsinogen yang menyebabkan kanker.
Sebaliknya, Komite Bersama untuk Bahan Tambahan Pangan (JECFA) mengatakan pada hari yang sama tidak memiliki bukti yang meyakinkan tentang bahaya yang disebabkan oleh aspartam, dan terus merekomendasikan agar orang menjaga tingkat konsumsi aspartam di bawah 40mg/kg sehari.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
WHO Aspartam Zat Pemanis Karsinogen Kanker
























