Sekretaris SAS Institute, Abi Rekso (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Said Aqil Siroj (SAS) Institute merespons kritik Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex), yang keberatan dengan penggunaan Mars Satu Abad NU dan logo Satu Abad NU oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sekretaris SAS Institute, Abi Rekso menyebut bahwa NU merupakan organisasi bangsa yang berdiaspora pada lintas partai. Karena itu, menurut Abi Rekso, tidak elok jika ada monopoli.
"PBNU bukan Event Organizer (EO), ini organisasi umat dan bangsa, jadi pikiran dan hati kita harus besar," tegas Abi Rekso dalam keterangannya pada Rabu (1/2) di Jakarta.
Dengan adanya keberatan dari PBNU, lanjut Abi Rekso, maka semakin memperlihatkan adanya friksi di antara kader NU. Padahal, PDIP, Golkar, PPP sekalipun berhak merayakan Satu Abad NU.
"Tidak ada yang numpang-numpang di Nahdlatul Ulama, karena PBNU bukan terminal angkot yang membuka loket dan menjual karcis. Semua mencari berkah dan karomah para kiai dan ulama," ujar dia.
"Ini rumah perjuangan umat, fondasi bangsa, sendi negara. Musuh kita adalah kemiskinan, kebodohan, dan ketamakan," sambung dia.
Setujui RUU PPSK, Fraksi PKB: Momentum Strategis Menata Fondasi Sektor Keuangan Nasional
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
PBNU Abi Rekso SAS Institute PKB Partai Kebangkitan Bangsa



























