Minggu, 19/04/2026 00:52 WIB

Menko PMK Minta Walkot Depok Tunda Pembangunan Masjid Agung





Menko PMK Minta Walkot Depok Tunda Pembangunan Masjid Agung

Menko Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy (Humas Kemenko PMK)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjr Effendy meminta Wali Kota Depok, M. Idris menunda rencana pembangunan Masjid Agung Depok di atas lahan SD Negeri Pondok Cina 1.

Alasannya, selain karena desakan dari para orang tua siswa, pembangunan ruang kelas baru untuk SDN 1 Poncok Cina juga baru bisa terealisasi pada awal 2023 mendatang.

Menko PMK juga meminta Pemkot Depok segera menyiapkan lahan untuk pembangunan ruang kelas baru SDN Pondok Cina 1. Sementara untuk menunggu pembangunan ruang kelas baru, siswa SDN 01 Pocin diperbolehkan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar seperti biasa di ruang kelas SDN 01 Pocin.

"Kalau mau jadi satu, tidak mau dipecah dan namanya tetap SDN 01, kalau ada lahannya ya sudah itu saja kita penuhi. Tapi kalau belum ada ditambah ruang aja di SDN 05. Pembangunan masjidnya ditunda dulu, nanti saya bicara dengan Pak Gubernur (Ridwan Kamil), agar uang (anggaran)-nya tidak hangus," kata Muhadjir dalam keterangan pers pada Rabu (14/12).

Status lahan SDN 01 Pocin Depok merupakan Bangunan Miik Daerah (BMD). Sebelumnya, pada tahun 2015, Wali Kota Depok telah mengeluarkan SK tentang persetujuan penghapusan BMD Pemkot berupa bangunan sekolah SDN 01 Pocin. Rencananya di atas lahan tersebut akan dibangun Masjid Agung Depok.

Namun, keputusan tersebut rupanya mendapat penolakan dari sejumlah orang tua siswa dan pegiat hak asasi manusia. Perwakilan orang tua juga menolak rencana peleburan murid-murid SDN Pondok Cina 1 yang akan digabungkan ke SDN Pondok Cina 3 dan SDN Pondok Cina 5. Mereka berkeras untuk dibuatkan bangunan sekolah baru.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya PUPR Diana Kusumawati mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pembangunan apabila kriteria kesiapan sudah terpenuhi. Perencanaan pembangunan akan dilakukan sesuai dengan desain prototipe pembangunan ruang kelas PUPR.

"Lahan, harus clear and clean. Lokasi dan lahan harus ada. Ini adalah SDN, saya pikir kita bisa menggunakan dana SD di kami," ungkap dia..

Diana menambahkan, pihaknya akan melakukan survei terlebih dulu terkait ketentuan untuk pembangunan ruang kelas di lokasi yang telah ditentukan.

"Supaya kami mengetahui kira-kira harus dibangun ke atas atau tidak. Lebih amannya kami membangunnya di tahun 2023. Karena anggarannya sudah tutup buku," kata Diana.

KEYWORD :

Masjid Agung Depok Menko PMK Muhadjir Effendy




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :