Minggu, 19/04/2026 04:20 WIB

Produk "Emas Hijau" Indonesia Diminati Pasar Uni Eropa





Produk Emas Hijau Indonesia Diminati Pasar Uni Eropa

Pembudidaya rumput laut sedang memanen (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Produk olahan rumput laut atau `emas hijau` asal Indonesia diminati di pasar Uni Eropa. Alasannya, rumput laut Indonesia disebut-sebut memiliki kualitas terbaik.

Demikian disampaikan oleh Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ishartini, usai mengikuti pameran Food Ingredients Europe (FIE) 2022 di Paris, Prancis.

"Secara umum produk olahan yang kami bawa kesini (Paris) memiliki keunggulan karena dihasilkan dari bahan baku rumput laut dengan kualitas terbaik dari Indonesia," kata Ishartini melalui keterangan tertulis, pada Sabtu (10/12).

Dia mengungkapkan KKP melibatkan tujuh perusahaan eksportir utama olahan rumput laut seperti karaginan dan agar (hydrocolloid). Ketujuh perusahaan tersebut ialah PT Hakiki Donarta, PT Surya Indoalgas, PT Amarta Carrageenan Indonesia, PT Hydrocolloid Indonesia, PT Rote Karaginan Nusantara, dan PT Agar Swallow.

Dikatakannya, saat ini ekspor hydrocolloid Indonesa ke pasar Uni Eropa (UE) masih sangat kecil mengingat kebutuhan UE sebagian besar dipasok oleh Irlandia, Prancis, dan Jerman.

"Alhamdulillah selama pameran berlangsung banyak kontak dagang terjadi dan tercatat potensi transaksi hampir menembus USD 10 juta dengan produk yang diminati Semi Refined Carrageenan, Refined Carrageenan, Agar Powder, Seaweed Protein, Phytafiber, KR100 Carrageenan, Konjac Visuiles, Konjac Gum, Kappa, Iota, ATC Kappa, Kappa Chips, SRC Kappa Meat, SRC Kappa Dairy, SRC Kappa Noodle," beber dia.

Adapun calon pembeli yang berminat terhadap produk rumput laut Indonesia berasal dari Prancis, Korea Selatan, Ceko, Italia, Belanda, Turki, AS, Iran, Austria, Polandia, Portugal, Hungaria, Israel, Vietnam, Malaysia, Jerman, Malta, Algeria, China, Maroko, Arab Saudi, Thailand, Mesir, Serbia, Panama, Chile, Jepang, India, Spanyol, Filipina, Swedia, Argentina.

"Semoga dari hasil pameran ini bisa meningkatkan akses dan penetrasi produk hydrocolloid Indonesia tidak hanya di pasar Uni Eropa, namun juga di pasar dunia," harap Ishartini.

Diketahui, FIE merupakan pameran industri bahan tambahan makanan terbesar di dunia. Pameran ini pertama kali diselenggarakan pada 1986 dan selama penyelenggaraan sudah dihadiri lebih dari 500.000 pengunjung.

Pameran ini digelar setiap dua tahun sekali di kota-kota besar di Eropa dengan profil pengunjung antara lain food and beverage suppliers, research and development, production and marketing specialists serta menampilkan beragam inovasi baru terkait dengan ingredients dan services. FIE 2022 diikuti sekitar 1.200 peserta dari 135 negara dan dihadiri lebih dari 20.000 pengunjung.

"Kami memfasilitasi biaya sewa lahan, dan sharing biaya konstruksi Paviliun Indonesia bersama para eksportir sebagai bagian dari promosi dan peningkatan daya saing produk kelautan Indonesia," tutup dia.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan sejumlah program yang menjadi prioritas KKP pada 2023. Salah satunya adalah kebijakan pengembangan perikanan budidaya yang berorientasi ekspor dengan salah satu komoditas unggulan rumput laut selain udang, lobster, dan kepiting.

KEYWORD :

Rumput Laut Emas Hijau Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :