Jum'at, 17/04/2026 09:16 WIB

Sukseskan G20, BKKBN Gaungkan Gerakan dan Gebyar Bangga G20





Sukseskan G20, BKKBN Gaungkan Gerakan dan Gebyar Bangga G20.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menggelar Gerakan dan Gebyar Bangga G20 yang dilaksanakan di lapangan Kantor BKKBN Pusat, Jumat (11/11).

JAKARTA, Jurnas.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Gerakan dan Gebyar Bangga Group of Twenty (G20) yang dilaksanakan di lapangan Kantor BKKBN Pusat, Jumat (11/11).

Kegiatan ini dalam rangka menyukseskan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di mana Indonesia menjadi Presiden dan tuan rumah acara yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 15-16 November ini.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan, Gerakan dan Gebyar Bangga G20 bertujuan menyebarkan informasi tentang G20 secara masif kepada keluarga-keluarga di Indonesia melalui tenaga lini lapangan yang dimiliki BKKBN.

"BKKBN punya mesin yang sampai ke tingkat desa yang sangat dekat dengan keluarga. Anda bisa bayangkan BKKBN punya 600.000 tim pendamping keluarga (TPK) dan 1,2 juta tim penyuluh di desa yang mendampingi kehidupan keluarga," kata Hasto.

G20 merupakan forum kerja sama ekonomi global yang beranggotakan negara dengan potensi ekonomi besar seperti Indonesia, Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Uni Eropa, Afrika Selatan, Korea Selatan, Brasil, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Australia, Arab Saudi, India, Kanada, Meksiko, Perancis, dan Turki.

Mantan bupati Kulon Progo itu mengatakan, G20 juga harus diterjemahkan dalam kaitannya membangun ekonomi rakyat. Untuk itu, Hasto mengajak semua pihak ikut menggerakan ekonomi di tingkat keluarga.

"Kita menggerakan seluruh perwakilan sampai ke kampung KB biar mereka juga merasakan bahwa tenyata G20 ini bisa diterjemahkan tidak hanya ekonomi global, tetapi juga ekonomi rakyat," tutur Hasto.

Hasto berharap, kegiatan G20 dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam menyongsong bonus demografi, yang puncaknya pada tahun 2030 mendatang.

"Memang kita prihatin World Bank melaunching Human Capital index, yang mana kita di urutan ke 130, IQ kita 78 persen hampir sama Timor Leste di bawahnya Vietnam," imbuhnya.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Kepresidenan, Brian Sriprahastuti mengatakan, BKKBN yang diberikan mandat melakukan Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana memiliki peranan penting dalam menyukseskan Presidensi G20.

"BKKBN memiliki puluhan ribu kader yang memiliki jangkauan hingga ke pelsok desa melalui pendamping lapangan. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk menyampaikan kabar dan berita terkait Presidensi G20 Indonesia, terutama terkait isu yang sangat dekat dengan BKKBN yaitu terkait dengan arsitektur kesehatan global," katanya.

Hasto mengatakan, capaian bidan kependudukan dan keluarga dapat disampaikan sebagai upaya glorifikasi, terutama pada rencana-rencan aksi BKKBN yang terkait dengan isu global, seperti stunting.

Ia menambahkan kolaborasi dan kerja sama untuk percepatan penurunan stunting sesuai amanah Perpres 72 Tahun 2021 ini sejalan dengan tujuan pembanguan berkelanjutan 2030.

"Momentum G20 dapat kita manfaatkan untuk menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia memilliki komitmen dan berusaha semaksimal mungkin untuk terus menurunkan prevalensi stunting," kata Brian.

Untuk itu, Brian mengapresiasi Gerakan dan Gebyar Bangga G20 yang digelar BKKBN. "Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menjalankan Presidensi G20 secara maksimal," katanya.

KEYWORD :

Gebyar Bangga G20 Group of Twenty Hasto Wardoyo BKKBN




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :