Minggu, 19/04/2026 14:10 WIB

Ejek Tokoh HAM, Donald Trump Dikecam Publik





Lewis adalah seorang tokoh terkemuka dalam gerakan hak-hak sipil tahun 1960-an.

donald Trump

New York - Presiden terpilih Donald Trump jadi bulan-bulanan kecaman netizen Amerika Serikat, karena cuitannya  mengejek seorang legenda pegiat hak-hak sipil AS John Lewis.

Berawal dari perkataan Lewis bahwa Trump bukanlah seorang presiden yang absah. Kemudian Trump membalasnya bahwa John Lewis `cuma ngomong belaka` dan harusnya fokus pada konstituennya. Tapi pendukung Lewis segera bereaksi mengungkapkan kemarahan, mengingatkan bahwa Lewis adalah seorang pahlawan dan sebuah ikon penting Amerika.

Lewis adalah seorang tokoh terkemuka dalam gerakan hak-hak sipil tahun 1960-an. Dia adalah orator terakhir yang masih hidup, yang tampil dalam unjuk rasa Maret 1963 di Washington, yang dipimpin oleh Martin Luther King.

Kekisruhan terjadi setelah para aktivis hak-hak sipil yang dipimpin oleh Pendeta Al Sharpton mulai melaksanakan aksi protes satu pekan menjelang pelantikan Trump pada 20 Januari. Beberapa ribu pengunjuk rasa menerjang suhu mendekati titik beku untuk berbaris ke Martin Luther King Jr Memorial di Washington DC, menyerukan kalimat "Tidak ada keadilan, Tak ada kedamaian."

Sementara John Lewis mengatakan bahwa dia tak akan menghadiri pelantikan dengan dasar bahwa ia tak menganggap Trump sebagai seorang presiden yang absah. "Saya kira orang-orang Rusia terlibat dalam membuat orang ini terpilih," katanya dalam Meet the Press, stasiun NBC. Dan menambahkan, "mereka membantu menghancurkan pencalonan Hillary Clinton."

KEYWORD :

Tokoh John Lewis Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :