Sabtu, 18/04/2026 17:40 WIB

Ukraina Minta China Kutuk Barbarisme Rusia





China telah menghindari kecaman internasional terhadap tindakan Rusia di Ukraina, menolak untuk mengutuk invasi Presiden Vladimir Putin.

Tim penyelamat bekerja di sebelah bangunan tempat tinggal yang rusak akibat penembakan, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Kyiv, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis pada 15 Maret 2022. (Foto: Layanan pers Layanan Darurat Negara Ukraina/Handout via Reuters )

KYIV, Jurnas.com - Ukraina meminta China untuk bergabung dengan Barat dalam mengutuk "barbarisme Rusia", setelah Amerika Serikat (AS) memperingatkan Beijing tentang konsekuensi jika mendukung serangan Moskow di negara itu.

"China dapat menjadi elemen penting sistem keamanan global jika membuat keputusan yang tepat untuk mendukung koalisi negara-negara beradab dan mengutuk barbarisme Rusia," tulis pembantu presiden Mikhailo Podolyak di Twitter, dikutip dari AFP, Minggu (20/3).

China telah menghindari kecaman internasional terhadap tindakan Rusia di Ukraina, menolak untuk mengutuk invasi Presiden Vladimir Putin.

Presiden AS, Joe Biden mengatakan kepada pemimpin China X Jinping melalui telepon pada Jumat bahwa dukungan apa pun kepada Rusia dalam perangnya di Ukraina akan memakan biaya.

Gedung Putih mengatakan bahwa Biden menjelaskan kepada Xi "implikasi dan konsekuensi jika China memberikan dukungan material kepada Rusia karena melakukan serangan brutal terhadap kota-kota dan warga sipil Ukraina."

Xi dan Putin bertemu bulan lalu di Olimpiade Musim Dingin di Beijing, tak lama sebelum Putin melancarkan invasi ke Ukraina.

KEYWORD :

China Ukraina Invasi Rusia Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :