FOTO FILE: Dalam foto ini diambil dari video yang disediakan oleh Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia pada 28 Januari 2022, pasukan Rusia menembakkan howitzer selama latihan di wilayah Rostov selama latihan militer di tempat pelatihan di wilayah Rostov, Rusia. (Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia melalui AP, File)
LONDON, Jurnas.com - Pemerintah China membantah klaim pejabat Amerika Serikat (AS) bahwa Rusia meminta bantuan militer untuk menginvansi Ukraina dan menuduh Washington menyebarkan "disinformasi jahat" yang berisiko meningkatkan konflik.
"AS telah berulang kali menyebarkan disinformasi jahat terhadap China mengenai masalah Ukraina," kata kedutaan besar China di London kepada Reuters dalam sebuah pernyataan.
"China telah memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan pembicaraan damai," tambahnya.
"Prioritas utama sekarang adalah meredakan situasi, alih-alih menambahkan bahan bakar ke api, dan bekerja untuk penyelesaian diplomatik daripada semakin memperburuk situasi," sambungnya.
Beberapa pejabat AS mengatakan Rusia meminta peralatan militer China setelah invasi 24 Februari ke Ukraina, memicu kekhawatiran di Gedung Putih bahwa Beijing mungkin merusak upaya Barat untuk membantu pasukan Ukraina mempertahankan negara mereka.
Kremlin membantah permintaan semacam itu telah dibuat.
Sumber: Reuters
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
China Invasi Rusia Ukraina Amerika Serikat



























