Sabtu, 18/04/2026 16:04 WIB

Nadiem Tegaskan Guru Penggerak Diprioritaskan Jadi Kepsek





Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, menegaskan bahwa semua guru penggerak di seluruh Indonesia akan diprioritaskan menjadi kepala sekolah. Hal itu sudah tertuang dalam Peraturan Mendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, menegaskan bahwa semua guru penggerak di seluruh Indonesia akan diprioritaskan menjadi kepala sekolah. Hal itu sudah tertuang dalam Peraturan Mendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

"Guru Penggerak tidak akan berdampak besar kalau lulusan-lulusan program ini tidak segera dijadikan kepala sekolah. Karena itulah kuncinya perubahan yang kita cita-citakan bersama ini akan tercapai," ucap Nadiem saat berdialog dengan 41 Calon Guru Penggerak se-Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Kamis (10/3).

Selain itu, lanjut Menteri Nadiem, melalui program ini, Kemdikbudristek ingin mencari guru yang benar-benar memiliki keberpihakan terhadap murid. Guru penggerak akan melakukan apapun untuk kebaikan murid.

"Saya mencari orang-orang yang tidak memprioritaskan administrasi. Justru, yang perlu dipikirkan adalah apa yang terbaik untuk murid," tegas dia.

Nadiem menekankan, transformasi Merdeka Belajar yang diterbitkan untuk mengubah sistem pendidikan, tidak mungkin bisa dilakukan oleh pemerintah pusat atau pun daerah saja. Satu-satunya pihak yang bisa melakukan perubahan adalah kepala sekolah dan guru di dalam sekolah itu.

"Unitnya sekolah. Pemerintah hanya memfasilitasi. Kita bisa memberi amunisi, melepas rantai-rantai yang mengekang, dan membantu. Tapi yang berjuang di lapangan adalah guru dan kepala sekolah," jelas Nadiem.

Sementara itu untuk daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), Mendikbudristek mengatakan keberadaan Program Guru Penggerak sangat penting untuk membawa perubahan di daerahnya.

"Perubahan yang bisa dibawa oleh Guru Penggerak di daerah 3T pasti akan lebih besar lagi dampak positifnya. Untuk itu, program ini jauh lebih penting bagi daerah di 3T," ucap Menteri Nadiem.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek, Iwan Syahril, menyampaikan, pemimpin pendidikan harus fokus meningkatkan pembelajaran. Di sisi lain, Guru Penggerak harus mampu menggerakan guru dan komunitas di sekitarnya.

"Pemimpin harus bentuk tim yang menguatkan dan saling melengkapi. Harus bisa berkolaborasi. Yang kita inginkan guyubnya," tutup Iwan.

KEYWORD :

Guru Penggerak Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim Kepala Sekolah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :