Sebuah tanda jalan mengarahkan lalu lintas menuju pintu masuk fasilitas pendaratan jalur gas Nord Stream 2 di Lubmin, Jerman timur laut, pada tahun 2020. (Foto: AFP/Odd Andersen)
Moskow, Jurnas.com - Rusia mengancam akan memotong pasokan gas ke Eropa, yang berarti akan berdampak pada kenaikan harga minyak hingga US$300 per barel.
Ancaman Kremlin akan direalisasikan, jika Barat dan sekutu terus meningkatkan perang ekonomi mereka melawan Rusia, dengan melarang impor energi.
Ketika para pemimpin Eropa bersiap untuk bertemu di Versailles pada Kamis (10/3) lusa untuk membahas penghentian gas dan minyak Rusia, Moskow memperingatkan bahwa setiap langkah seperti itu dapat menjadi bencana bagi pasar global.
"Penolakan minyak Rusia akan menyebabkan konsekuensi bencana bagi pasar global," tegas wakil perdana menteri Rusia Alexander Novak.
Dikutip dari The Guardian pada Selasa (8/3), dia mengatakan harga minyak bisa saja lebih tinggi dua kali lipat, menjadi lebih dari US$300 per barel.
Bulan lalu, Jerman membekukan sertifikasi Nord Stream 2, pipa gas dari Rusia ke Jerman. Terkait hal ini, Novak menyebut Rusia dapat memutuskan pipa Nord Stream 1 yang ada, salah satu sumber utama gas alam ke Eropa.
"Kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang sesuai dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1," tutup Novak.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Rusia Pasokan Gas Eropa Ukraina Sanksi Ekonomi



























