Refleksi Akhir Tahun Kaukus Muda Indonesia (KMI)
Jakarta - Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berjalan dan sudah 14 paket kebijakan ekonomi diterbitkan. Sayangnya, ke 14 paket kebijakan ekonomi itu hanya lips sevice karena belum efektif dirasakan masyakarat.
Penilaian ini disampaikan oleh ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira dalam sebuah diskusi Akhir Tahun bertajuk "Refleksi Bidang Ekonomi 2016" yang diselenggarakan Kaukus Muda Indonesia (KMI) bersama Bank BRI, di Gedung Dewan Pers, Jakarta.Bhima menyebut, meski pemerintah telah menggelontorkan aneka kebijakan untuk membangkitkan gairah perekonomian nasional, pemerintah daerah justru berlomba menimbun uang di bank. Hal itu mengakibatkan, adanya kesenjangan kebijakan antara pusat dan daerah dalam persoalan ekonomi yang merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat dan pengusaha.Ia menjelaskan , data yang dirilis pemerintah pusat menyebutkan bahwa serapan anggaran di beberapa daerah sangat jauh dari target. Hingga Juni ini, anggaran yang belum terpakai sebesar Rp 214 triliun. Per 31 Maret 2016, serapan anggaran hanya 8 persen di tingkat kabupaten/kota dan 8,3 persen di level provinsi. Di sisi lain, target yang ingin dicapai adalah 20 persen.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Refleksi Akhir Tahun KMI Paket Kebijakan Ekonomi
























