Selasa, 21/04/2026 13:46 WIB

Putin Tuding AS Sengaja Provokasi Perang di Ukraina





Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Amerika Serikat (AS) sengaja memprovokasi negaranya agar berperang dengan Ukraina.

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Press TV)

Moskow, Jurnas.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Amerika Serikat (AS) sengaja memprovokasi negaranya agar berperang dengan Ukraina.

Putin menyebut tujuan Amerika ialah menggunakan konfrontasi sebagai dalih untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Rusia.

Dikutip dari BBC pada Rabu (2/2), Putin juga mengatakan AS mengabaikan kekhawatiran Rusia tentang pasukan aliansi NATO di Eropa.

Sebagaimana diketahui, penumpukan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina memicu keterangan di antara kedua negara. Dalam beberapa pekan terakhir, Moskow telah mengerahkan sekitar 100.000 tentara yang dilengkapi persenjataan tank, artileri, hingga amunisi.

Namun Rusia membantah tuduhan Barat bahwa mereka merencanakan invasi, hampir delapan tahun setelah mencaplok semenanjung Krimea selatan Ukraina, dan mendukung pemberontakan berdarah di wilayah Donbas timur.

Moskow pada gilirannya menuduh pemerintah Ukraina gagal menerapkan kesepakatan internasional untuk memulihkan perdamaian di timur, di mana setidaknya 14.000 orang telah tewas dan pemberontak yang didukung Rusia menguasai sebagian besar wilayah.

"Tampaknya bagi saya bahwa Amerika Serikat tidak begitu peduli tentang keamanan Ukraina, tetapi tugas utamanya adalah untuk menahan perkembangan Rusia. Ukraina sendiri hanyalah alat untuk mencapai tujuan ini," ungkap Putin.

Rivalitas antara Rusia dan AS, yang masih memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, berawal dari Perang Dingin (1947-1989). Ukraina saat itu merupakan bagian penting dari Uni Soviet yang berhaluan komunis, kedua setelah Rusia.

Putin mengatakan AS mengabaikan kekhawatiran Moskow terkait jaminan keamanan yang mengikat secara hukum, termasuk pemblokiran ekspansi lebih lanjut NATO ke timur.

Dia menyarankan jika Ukraina diberikan keinginannya untuk bergabung dengan NATO, maka hal itu bisa menyeret anggota lain ke dalam perang dengan Rusia.

"Bayangkan bahwa Ukraina adalah anggota NATO dan operasi militer (untuk merebut kembali Krimea) dimulai," kata pemimpin Rusia itu.

"Akankah kita bertarung dengan NATO? Apakah ada yang memikirkan hal ini? Sepertinya belum," lanjut dia.

KEYWORD :

Vladimir Putin Rusia Amerika Serikat Ukraina




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :