Pesawat Boeing 737 Max (foto: UPI)
Washington, Jurnas.com - Kepala Eksekutif Boeing, Dave Calhoun, dan CEO Airbus Americas, Jeffrey Knittel, mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, untuk menunda rencana penyebaran layanan nirkabel 5G.
Dikutip dari Reuters pada Selasa (21/12), dalam suratnya kedua pemimpin produsen pesawat itu menilai layanan 5G dapat membahayakan keamanan penerbangan.
"Interferensi 5G dapat berdampak buruk pada kemampuan pesawat untuk beroperasi dengan aman," demikian isi surat itu, seraya menambahkan bahwa 5G dapat "berdampak negatif yang sangat besar pada industri penerbangan."
Industri dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) telah menyuarakan keprihatinan tentang potensi gangguan 5G dengan elektronik pesawat yang sensitif seperti altimeter radio.
FAA bulan ini mengeluarkan arahan kelaikan udara, yang memperingatkan gangguan 5G dapat mengakibatkan pengalihan penerbangan. Agensi berencana untuk memberikan informasi lebih lanjut sebelum 5 Januari.
Surat Boeing-Airbus mengutip analisis dari kelompok perdagangan Airlines for America (A4A) bahwa jika arahan FAA 5G berlaku pada 2019, sekitar 345.000 penerbangan penumpang dan 5.400 penerbangan kargo akan menghadapi penundaan, pengalihan, atau pembatalan.
Diketahui, pada November lalu AT&T dan Verizon menunda peluncuran komersial layanan nirkabel C-band selama satu bulan hingga 5 Januari, dan mengadopsi tindakan pencegahan untuk membatasi interferensi.
Kelompok industri penerbangan mengatakan penundaan itu tidak cukup. Boeing dan Airbus mendesak kedua perusahaan membuat proposal tandingan yang akan membatasi transmisi seluler di sekitar bandara dan area kritis lainnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Boeing Airbus Layanan 5G Joe Biden Amerika Serikat



























