Jum'at, 17/04/2026 17:28 WIB

Mentan Syahrul Dorong Penguatan Sistem Pertanian dan Pangan Dunia yang Inklusif





FAO bahkan menyebutkan bahwa 14% pangan dunia hilang akibat teknik panen dan pascapanen yang tidak tepat.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo saat menyampaikan kuliah umum di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Selasa, 24 Agustus 2021. (Foto: Humas Kementan)

Bogor, Jurnas.com - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menggelar 3rd International Conference on Agricultural Postharvest Handling and Processing (ICAPHP) pada Selasa (12/10/2021).

Konferensi internasional mengangkat tema “Agricultural Postharvest Handling and Processing Innovation: Strengthening Global Food Security” dengan menghadirkan pembicara dari Indonesia, Australia, Jepang, Prancis, dan Italia.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan, penguatan sistem pertanian dan pangan berkelanjutan merupakan keniscayaan yang harus dilakukan.

"Saya mengajak dunia untuk terus mendorong sistem pertanian dan pangan dunia yang inklusif, tangguh, serta meningkatkan peran sektor pertanian berkelanjutan dalam pencapaian Sustainable Development Goals sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan global," kata Syahrul.

Ketahanan pangan dinilai urgen mengingat berbagai permasalahan dan tantangan, mulai dari peningkatan jumlah penduduk, konversi dan degradasi kualitas lahan, perubahan iklim, mutu dan keamanan pangan, serta perubahan pola konsumsi. FAO bahkan menyebutkan bahwa 14% pangan dunia hilang akibat teknik panen dan pascapanen yang tidak tepat.

Sementara itu, Kepala BalitbangtanFadjry Djufry mengungkapkan jika permasalahan tersebut dapat ditangani dengan lahirnya terobosan di dunia pertanian.

"Penguasaan dan penerapan teknologi merupakan kunci daya saing sektor pertanian. Merespons dinamika dan tuntutan global tersebut, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan dan mempersiapkan sejumlah invensi dan inovasi terkait teknologi penanganan dan pengolahan hasil pertanian," jelas Fadjry.

Karena itu, lanjut Fadjry, konferensi internasional ini digelar untuk mempertemukan peneliti nasional dan internasional, praktisi industri, pembuat kebijakan, regulator, akademisi, dan komunitas untuk berbagi dan berdiskusi mengenai karya-karya terkini, praktik terbaik, dan pengetahuan di pascapanen pertanian dan area terkait dalam rangka penguatan ketahanan pangan.

Adapun topik-topik yang dibahas antara lain teknologi pascapanen pertanian; food losses, limbah pertanian, dan peningkatan nilai tambah; kualitas, ketahanan, dan fungsi pangan; serta inovasi pascapanen pertanian.

Selain itu, konferensi juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balitbangtan dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan industri terkait kerja sama pengembangan komoditas pertanian.

Tidak hanya itu, Balitbangtan melalui BB Pascapanen juga melakukan peluncuran 10 produk unggulan pertanian antara lain Nano Waxing Produk Buah Segar, Pupuk Nano Biosilika, Node Biosilika, Biopellet, Yoghurt Kambing, Nasi Instan, Mie Nusantara, Tepung Telur, Tepung Pre- gel, dan Gelatin Halal.

KEYWORD :

Balitbangtan Fadjry Djufry Penguatan Pangan Syahrul Yasin Limpo




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :