Sabtu, 26/09/2020 21:04 WIB

Megawati Terima Anugerah Kepeloporan, Hasto: Kepemimpinan Rekonsiliatif Visioner

Presiden ke-5 RI terbukti mampu menyelesaikan krisis multidimensional

Megawati Soekarnoputri

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar tanda jasa dan tanda kehormatan kepada 53 tokoh dalam peringatan HUT ke-75 RI 2020.

Salah satu tokoh yang menerima gelar jasa dan Medali Kepeloporan adalah Megawati Soekarnoputri. Presiden ke-5 RI yang kini menjabat Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Gelar kepeloporan itu meliputi jasa-jasa dan prestasi luar biasa dalam merintis, mengembangkan, dan memajukan pendidikan, perekonomian, sosial, seni, budaya, agama, hukum, kesehatan, pertanian, kelautan, lingkungan.

“Penghargaan tersebut sangat membanggakan," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Kamis (13/8/2020).

Kata Hasto, Megawati dalam kapasitas sebagai Presiden ke-5 RI terbukti mampu menyelesaikan krisis multidimensional; menghadirkan kepemimpinan rekonsiliatif-gotong royong dengan susunan kabinet paling kompak dan terbaik pasca reformasi 1999.

"Bahkan Kabinet Gotong Royong tsb hingga saat ini dikenang sebagai the dream team karena leadership, profesionalitas, dan kemampuannya di dalam menyelesaikan masalah bangsa dan negara, serta meletakan masa depan yang lebih baik. Bukan hanya itu saja, kepemimpinan Megawati menghadirkan pemilu yang paling demokratis pasca 1955," jelasnya.

Dalam buku ‘The Brave Lady’, papar Hasto, terungkap prestasi Megawati sebagai sosok pemimpin yang begitu kokoh dalam keyakinan dan prinsip tersebut.

Ia menilai begitu banyak lembaga negara yang secara efektif hadir dan terbukti pembentukan lembaga negara yang mengambarkan betapa kepemimpinan Megawati sangat visioner.

Hasto pun menyebut sejumlah lembaga yang telah terbentuk, yakni Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Badan Narkotika Nasional, Lembaga Penjamin Simpanan, Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Densus-88, Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Anak, Komnas Lansia, Sekolah Polwan, Polisi Pariwisata, dan Sekolah BIN.

"Ini adalah contoh bagaimana negara semakin hadir bagi setiap warga bangsa," ungkapnya.

Bagi Hasto, Megawati juga tercatat sebagai Presiden yang paling peduli terhadap lingkungan. Perhatiannya terhadap kelestarian flora, fauna dan lingkungan hidup sangat luar biasa.

Selain secara periodik bertemu dengan perwakilan penerima kalpataru, Megawati juga menjadi Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia.

"Seluruh anggota dan kader Partai diajarkan bagaimana mencintai bumi melalui gerakan menanam, membersihkan sungai dan lingkungan, serta menyelamatkan mata air sungai sebagai mata air kehidupan," tegasnya.

Lebih jauh Hasto mengatakan, dalam perspektif kepemimpinan manajemen modern apa yang dilakukan Megawati dikategorikan sebagai kepemimpinan yang membangun organisasi.

"Suatu kepemimpinan yang mengedepankan daya hidup negara dengan meletakkan tata pemerintahan yang kuat, profesional dan sistemik serta visioner," tuntas Hasto.

TAGS : Megawati Soekarnoputri Kepeloporan Joko Widodo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :