Selasa, 29/09/2020 23:27 WIB

Ekspor Manggis Sumbar Naik Dua Kali Lipat Selama Pandemi

Hanya ada satu tujuan negara ekspor disepanjang masa pandemi yakni China.

Buah manggis (Foto: Humas Kementan)

Padang, Jurnas.com - Karantina Pertanian Padang melaporkan, fasilitasi ekspor buah manggis asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meningkat dua kali lipat dibandingkan periode sama di tahun 2019.

Berdasarkan data dari sistem perkarantinaan, IQFAST periode Januari hingga Juli 2020 tercatat sebanyak 143 kali pengiriman dengan total 475,5 ton dan nilai ekonomi mencapai Rp21,4 miliar.

Sementara pada periode Januari sampai dengan Juli ditahun 2019 hanya sebanyak 240,9 ton senilai Rp10,8 milaar saja.

"Kita patut bersyukur dimasa yang serba terbatas akibat pandemi, petani manggis Sumbar bisa menggenjot kinerja ekspornya hampir dua kali lipat. Dan ini tentunya menjadi pengungkit kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan," kata Kepala Karantina Pertanian Padang, Eka Darnida melalui keterangan tertulisnya, Senin (3/8).

Menurut catatannya, hanya ada satu tujuan negara ekspor disepanjang masa pandemi yakni China. Sementara ditahun sebelumnya ada tiga negara yang menjadi pasar produk pertanian asal sub sektor hortikultura diwilayah kerjanya ini.

"Selain China, tahun lalu ada Malaysia dan Singapura. Semoga dengan dibukanya pembatasan secara bertahap maka moda transportasi tersedia kembali sehingga pengiriman manggis ke negara lainnya terlayani," jelasnya.

Untuk mempercepat proses bisnis, Karantina Pertanian Padang juga menyiapkan layanan inline inspection atau pemeriksaan dan tindakan karantina dilakukan digudang pemilik. Saat ini terhitung ada lima eksportir manggis, yakni PT BA, PT AFA, PT BAS, PT SHB dan PT EBS.

Sinergistas dan Kinerja Ekspor

Pemerintah Provinsi Sumbar fokus pada pembangunan pertanian berbasis kawasan yang berorientasi pada kearifan lokal dan ekspor. Berdasarkan catatan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sumbar telah menyiapkan perluasan lahan kebun manggis dari 8.000 hektare dan terus ditambah hingga 10.000 hektare untuk mencapai target produksi minimal 80.000-100.000 ton per tahun.

Tidak hanya itu, Direktorat Jendral Hortikultura (Ditjen Hortikultura) juga memberikan bibit unggul sebanyak 100.000 batang untuk lahan seluas 1.000 hektare.

Masih dari data Pemprov Sumbar, saat ini petani manggis tersebar dibeberapa sentra masing-masing di Kabupaten Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan dan Padang Pariaman.

Sinergisitas yang dibangun antara instansi terkait, eksportir dan petani menjadikan produktivitas, mutu dan harga manggis dapat terjaga dengan baik.

"Semangat yang sama untuk menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas manggis Sumbar di pasar ekspor," kata Emli Wazir, PT EBS selaku eksportir.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengapresiasi peningkatan ekspor manggis asal Sumbar. Hal ini sejalan dengan semangat yang digelorakan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melalui Gerakan Tigakali Lipat Ekspor (Gratieks) Produk Pertanian.

Kedepan, Jamil berharap manggis tidak saja diekspor dalam bentuk segar namun juga dalam bentuk jadi atau minimal setengah jadi. "Bisa dalam bentuk ekstrak atau apa yang disuka pasar ekspor agar nilai tambah juga kita dapat," tutupnya.

TAGS : Ekspor Manggis Sumatera Barat Pandemi COVID-19 Ditjen Hortikultura Eka Darnida




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :