Selasa, 07/07/2020 17:27 WIB

Tiga Program Stretegis Kementan Antar Kopi Sumedang Melaju ke Korea Selatan

Dinas Pertanian Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang, Poktan Maju Mekar melakukan program penanaman kopi sejak 2010.

Kopi Sumedang tembus ke Korea Selatan. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com – Peningkatan nilai pertanian dari hulu hingga hilir terus dilakukan Kementerian Pertanian. Hal ini direspons dengan baik oleh Kelompok Tani (Poktan) Maju Mekar, Sumedang, Jawa Barat, yang memiliki tanaman kopi. Poktan ini bahkan telah mengekspor kopi hingga ke Korea Selatan.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, keberhasilan yang diraih Poktan Maju Mekar bisa diikuti kelompok tani lainnya. Sebab langkah yang ditempuh Poktan Maju Mekar tidak lepas dari tiga program strategis Kementerian Pertanian.

"Dalam beberapa kesempatan, kita sering menyampaikan tiga program strategi untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, yaitu meningkatkan pelayanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan Gerakan Tiga kali Ekspor (Gratieks). Kelompok tani bisa memanfaatkan ketiga hal tersebut," kata Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, untuk mendukung program strategis Kementan, para petani harus terus didorong agar dapat melakukan hilirisasi kegiatan usaha taninya

"Hal itu bisa dilakukan baik secara on-farm maupun off-farm, terutama pengelolaan pasca panen. Sehingga nilainya semakin tinggi," tutur Dedi, Jumat (8/5).

Dengan pendampingan dan bimbingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Dinas Pertanian Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang, Poktan Maju Mekar melakukan program penanaman kopi sejak 2010. Dan, pada 2012 Poktan Maju Mekar mulai memanen hasil kopinya dan melakukan pengolahan kopi sekaligus pemasarannya.

Kesempatan baik datang pada akhir  2015. Saat itu, Poktan Maju Mekar mulai mendapatkan bantuan fasilitas alat pengolahan kopi, seperti Huller, Pulper dan Roasting. Dengan bantuan alat tersebut, mereka mulai mengembangkan sayapnya memproduksi kopi dengan kapasitas yang lebih besar dan berkualitas.

Dengan luas hamparan kebun kopi sekitar 27 haktate, Poktan Maju Mekar semakin fokus pada budidaya dan pengolahan kopi hingga sekarang. Berbagai pelatihan, seminar, pameran hingga lomba terus diikuti untuk menambah pengalaman dan pengetahuan perkopian.

Tahun 2016 Poktan Maju Mekar mengukuhkan merk kopi olahannya dengan brand Kopi Boehoen (Kopi Buhun/ Legend Coffe). Brand ini sudah terdaftar di Kemenkumham RI. Hebatnya, kopi Poktan Maju Mekar bukan hanya dipasarkan di dalam negeri saja. Namun, sudah diekspor keluar negeri, seperti ke Korea Selatan dengan kuota 20 ton sekali kirim.

Ketua Poktan Maju Mekar Sulaeman, yang akrab dipanggil Pak Uwe, telah menerima berbagai penghargaan atas keberhasilannya. Pak Uwe sering diminta menjadi pembicara atau narasumber diberbagai kelompok tani, instansi pemerintahan BUMN dan perusahaan swasta.

Pada 2019 Poktan Maju Mekar mendapatkan kesempatan mengikuti festival kopi tingkat dunia yang di selenggarakan di Taiwan. Mereka membawa produk unggulannya full wash dan specialty, di antaranya Kopi Lanang, Kopi Luwak, Honey, Natural dan Wine. Kini Kopi Boehoen produk Poktan Maju Mekar telah mendunia.

TAGS : Dedi Nursyamsi Stretegis Kemententerian Pertanian Kopi Sumedang Korea Selatan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :