Kamis, 14/11/2019 00:37 WIB

Muslim China di Turki Hadapi Ancaman Deportasi

Kelompok pengungsi Muslim China Uighur di Turki menghadapi ancaman deportasi, setelah muncul desas-desus bahwa pengungsi akan dikirim kembali ke China.

Muslim Uighur di China

Ankara, Jurnas.com - Kelompok pengungsi Muslim China Uighur di Turki menghadapi ancaman deportasi, setelah muncul desas-desus bahwa pengungsi akan dikirim kembali ke China.

Kasus terbaru terjadi pada seorang pria berusia 29 tahun bernama Aihemaiti Xianmixiding, yang memiliki izin tinggal dan pekerjaan Turki, dan menjalankan sebuah pabrik di Istanbul yang membuat aksesoris mobil.

Dia ditangkap pada 30 Mei dan sedang diselidiki karena menjadi "salah satu penyandang dana utama" dari "organisasi teroris" yang tidak dikenal yang disebut Gerakan Nasional Uighur, menurut dokumen pengadilan.

"Saya belum pernah mendengar tentang (organisasi ini) sebelumnya," kata Xianmixiding dikutip dari AFP pada Senin (12/8).

Dia mengatakan kerabatnya di China baru-baru ini dipaksa menandatangani dokumen yang meminta pemulangannya, yang dia khawatirkan merupakan bagian dari upaya untuk menekan pemerintah Turki agar menyetujui deportasinya.

"Saya khawatir karena saya tahu China memiliki kapasitas untuk melakukan hal ini. Saya mendengar tentang warga Uighur yang dideportasi dari Turki ke Tajikistan dan, dari sana, ke China. Saya khawatir hal yang sama akan terjadi pada saya," tambahnya.

Istrinya mengatakan pada hari Minggu tidak ada penjelasan mengapa dia ditahan di pusat deportasi, bukan di penjara biasa.

Xianmixiding mengatakan lusinan warga Uighur lainnya ditahan di pusat yang sama, tetapi sebagian besar dibebaskan setelah pertemuan antara para pemimpin masyarakat Uighur dan Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu pada 2 Agustus.

Dia mencatat setidaknya masih ada delapan warga Uighur di pusat depostasi itu, dan terancam dibuang kembali ke negara mereka.

"Saya khawatir mereka akan mengirimnya ke Tajikistan dan kemudian China," tandas Xianmixiding.

TAGS : Muslim Uighur China Turki




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :