Rabu, 14/11/2018 05:02 WIB

Suriah Terancam Bencana Kemanusiaan Terburuk

Utusan khusus PBB, Staffan de Mistura , bekerja sama dengan Turki dan Rusia di Jenewa, Senin, untuk mencari penyelesaian non-militer terhadap konflik itu.

Ratusan orang sedang berjalan untuk berpindah dari desa di Suriah (REUTERS/Omar Sanadiki)

Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan akan potensi "bencana kemanusiaan terburuk" abad ini di Suriah ketika ribuan orang mengungsi di daerah Idlib yang dikuasai pemberontak.

Berbicara pada konferensi pers di Jenewa, Swiss, Senin, Mark Lowcock, kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, mengatakan lebih dari 30.000 orang sudah terlantar akibat serangan udara Rusia dan Suriah dan 800.000 lainnya segera menyusul.

"Harus ada cara untuk mengatasi masalah ini yang tidak akan berubah beberapa bulan ke depan di Idlib ke dalam bencana kemanusiaan terburuk dengan hilangnya nyawa terbesar abad ke-21," kata Lowcock dilansir UPI.

"Kami sangat aktif mempersiapkan kemungkinan bahwa warga sipil bergerak dalam jumlah besar ke berbagai arah," tambahnya.

Penasihat keamanan nasional AS John Bolton mengatakan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis sepakat Suriah akan menghadapi seranga yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan serangan udara sebelumnya jika pemerintahnya melakukan serangan senjata kimia lain.

"Kami telah mencoba menyampaikan pesan dalam beberapa hari terakhir bahwa jika ada penggunaan ketiga senjata kimia, tanggapan akan jauh lebih kuat," kata Bolton pada Senin.

Mayoritas pengungsi di Idlib telah bergerak menuju perbatasan dengan Turki, tempat menteri pertahanan Hulusi Akar menyerukan gencatan senjata setelah 17 orang cedera dalam serangan bom di provinsi itu pada Senin.

Utusan khusus PBB, Staffan de Mistura , bekerja sama dengan Turki dan Rusia di Jenewa, Senin, untuk mencari penyelesaian non-militer terhadap konflik itu.

Pada akhir Agustus, de Mistura memperingatkan tentang "badai sempurna" yang dihadapi Idlib di tengah serangan yang dicurigai oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad dan pasukan pemerintah yang didukung-Rusia untuk membersihkan gerilyawan dari al-Qaida dan Jabhat Fateh al-Sham - juga dikenal sebagai Front al-Nusra - kelompok militan dari daerah tersebut.

TAGS : PBB Suriah ISIS




TERPOPULER :