Kamis, 15/11/2018 19:26 WIB

Aktivis Tiongkok Respon Pinjaman USD23 Miliar ke Negara Arab

Selasa lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengumumkan negaranya akan meminjamkan bantuan sebesar USD23 miliar ke negara-negara Arab.

Presiden China, Xi Jinping

Ankara - Tiongkok berjanji akan mengirimkan pinjaman sebesar USD23 miliar, dan bantuan kemanusiaan ke negara Arab disebut sebagai langkah meningkatkan pengaruhnya di wilayah Timur Tengah.

Begitu kata Dosen di Universitas Koc, Dr. Altay Atli, merujuk pada janji yang dibuat Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk mengirimkan dana bantuan kemanusiaan dan pinjaman senilai miliaran dolar kepada negara-negara Arab dalam sebuah konferensi yang diikuti oleh 22 negara Arab di Beijing.

Kepentingan Tiongkok ini, kata kata Atli sesungguhnya berada dalam kerangka `Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan` (Belt and Roan Project), dan Tiongkok kini menyasarkan dukungannya kepada negara-negara Timur Tengah yang terus berubah karena perang dan teror.

"Tiongkok memproduksi separuh dari kebutuhan minyak dan gasnya sendiri, namun permintaannya sangat tinggi. Oleh sebab itu, Tiongkok membeli separuh lagi kebutuhan minyak dan gasnya dari Timur Tengah. Inilah alasan di belakang usahanya untuk turut memberi pengaruh di wilayah tersebut," jelasnya.

Atli menekankan bahwa Tiongkok hanya fokus pada aspek ekonomi dalam kebijakan Timur Tengah, meski keadaan berubah setelah Arab Spring pada 2011, di mana Tiongkok lantas terisolasi dari wilayah tersebut di bidang ekonomi.

"Tiongkok terus memberikan bantuan dan investasi ke wilayah tersebut selama masa transisi keuangan. Sementara melakukannya, Tiongkok juga ingin bergabung dalam perundingan-perundingan dan memiliki suara dalam perpolitikan dan perekonomian Timur Tengah, yang bisa dibentuk lagi," jelasnya.

Lebih lanjut Atli menekankan, Tiongkok hingga kini belum pernah mengirim pasukan atau pesawat perang ke wilayah tersebut meski sepaham dengan Rusia.

"Pendeknya, Tiongkok ingin tetap mempertahankan pengaruh dalam cakupan Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan, yakni menggunakan pengaruh ekonomi alih-alih intervensi militer," katanya. (aa)

TAGS : Tiongkok Timur Tengah Arab




TERPOPULER :