Senin, 16/07/2018 17:20 WIB

BPOM Intensifkan Pengawasan Pangan Asian Games 2018

Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam perhelatan Asian Games dengan mewujudkan pangan yang aman

Ketua BPOM Penny Lukito (Foto: Istimewa)

Palembang - Jelang perhelatan Asian Games 2018, BPOM RI terus mengintensifkan pengawasan pangan terutama di Palembang. Sebagai salah satu tempat penyelenggaraan pesta olahraga negara-negara se-Asia, Palembang mendapat perhatian khusus terkait keamanan pangan terlebih kota ini memiliki kuliner khas populer yang sangat diminati wisatawan.

Untuk memastikan keamanan pangan tersebut, Kepala BPOM RI Penny K Lukito bersama jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Palembang Rabu (11/7). Mengawali agendanya, Kepala BPOM RI memimpin rapat koordinasi lintas sektor untuk memantau kondisi lapangan terkait keamanan pangan di kantor BBPOM di Palembang.

Berikutnya, sebelum bertolak ke sentra kuliner, Kepala BPOM RI menyempatkan diri melakukan pembinaan untuk memotivasi pegawai BBPOM di Palembang. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian stikerisasi oleh Kepala BPOM RI kepada sejumlah pedagang pempek di Kampung Sentra Pempek 26 Ilir.

Proses sertifikasi tersebut diawali pembinaan dan pengawasan hingga dinyatakan aman serta bebas dari bahan berbahaya seperti formalin. Selain pemberian stiker, juga dilakukan pemberian celemek kepada para pedagang, sebagai simbol pembuatan pangan yang higienis.

Penny berpesan kepada penjual untuk membuat pempek dengan cara yang baik, tanpa menggunakan bahan berbahaya. Hasil pengawasan BBPOM di Palembang menunjukkan tidak ada pempek yang menggunakan formalin.

"Ini harus dipertahankan, jika ada yang melanggar akan ditindak dengan ancaman hukuman dua tahun pidana dan denda empat miliar rupiah," tegasnya.

Menurutnya momentum Asian Games ini turut membawa nama Indonesia. Untuk itu harus dijaga salah satunya dengan mewujudkan pangan yang aman.

Menyambut Asian Games 2018, BBPOM di Palembang telah melakukan penyuluhan keamanan pangan kepada 1.166 pelaku usaha seperti penjual pempek, jasa boga, restoran saji hingga pedagang kaki lima yang ada di Palembang. Pemeriksaan akan terus dilakukan terhadap produk yang dijual dari penggunaan formalin, borax, rhodamin B dan methanil yellow.

Bahkan ada pelaku usaha pempek yang tengah berproses mendaftarkan produknya di BPOM RI. Pengusaha pempek, Heri menuturkan kisahnya saat pembinaan mulai dari cara pembuatan yang higienis, pre audit, perbaikan sarana, hingga proses pendaftaran nomor izin edar MD.

"Kami sangat berterimakasih, pendampingan yang diberikan BBPOM di Palembang sangat membantu. Prosesnya dari awal hingga pendaftaran begitu mudah", ucapnya bersemangat.

Di kedai pempek miliknya, Kepala BPOM RI berkesempatan meninjau pempek yang dihasilkan, sekaligus memasang stikerisasi. Tak hanya itu, Kepala BPOM RI memberikan edukasi kepada para pelaku usaha pempek di Palembang. Banyak dari mereka yang antusias meminta pembinaan sekaligus bertanya terkait prosedur pendaftaran di BPOM RI.

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan Olahan Suratmono menjelaskan pendaftaran bisa dilakukan online dengan biaya murah. "Pelaku usaha cukup meminta surat keterangan usaja dr RT/RW atau Kelurahan, dan untuk UMKM diberikan intensif potongan biaya sebesar 50%", jelasnya.

Penny berharap dengan adanya upaya bersama ini pelaku usaha dapat menciptakan produk yang bermutu agar dapat di ekspor ke seluruh penjuru dunia, dan bisa meningkatkan income ekonomi lokal dan ekonomi nasional.

"Kalau makanan di Palembang berkualitas bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BPOM RI membantu produk-produk Palembang berdaya saing," ucap Penny.

TAGS : Asian Games Palembang BPOM Keamanan Pangan




TERPOPULER :