Minggu, 21/10/2018 14:41 WIB

Kuwait Selidiki Penyelundupan Artefak era Firaun

Artefak itu ditemukan awal bulan ini di terminal kargo Kuwait Airways saat petugas mengamati pengiriman perabot kantor yang berasal dari Mesir.

Artefak Firaun

Kairo - Ahli arkeologi di Kuwait yakin bahwa tutup peti mati batu ditemukan diselundupkan ke dalam sofa berasal dari zaman Firaun. Artefak itu ditemukan awal bulan ini di terminal kargo Kuwait Airways saat petugas mengamati pengiriman perabot kantor yang berasal dari Mesir.

Potongan dengan panjang 170 cm terlihat seperti patung, diukir dari batu dan menggambarkan sosok dengan hiasan kepala yang rumit. Ia disembunyikan di dalam sofa.

Sebuah tim yang terdiri dari empat spesialis dari Kuwait dan empat dari Mesir akan memeriksa artefak tersebut, termasuk para ahli dari Universitas Kairo dan Universitas Assiut.

Sumber tingkat tinggi di Dewan Nasional untuk Budaya, Seni dan Surat Kuwait (NCCAL) mengatakan, para ahli agark yakin tanggal antik tersebut jatuh pada era Firaun.

Sumber NCCAL mengatakan bahwa barang antik tersebut akan dikirim kembali ke Mesir jika para ahli Mesir setuju dengan temuan mereka. Ini adalah bagian dari gerakan Kuwait untuk mencegah penyelundupan barang antik secara ilegal dari luar negeri.

Seorang pejabat Kuwait melalui pesan video singkat bahwa pihak berwenang telah menemukan peti mati Mesir dan bahwa mereka akan segera berkomunikasi dengan pejabat Mesir.

Seorang sumber di bandara Mesir mengkonfirmasi bahwa sofa tersebut dikirim dari bandara oleh perusahaan bersertifikat dan terdaftar. Otoritas bandar udara sedang menyelidiki bagaimana barang tersebut berhasil melewati bea cukai.

Shaaban Abdel Gawad, kepala Department of Recovered Antiquities, mengatakan, "Kami belum mengirim seseorang dari Mesir untuk memeriksa artefak selundupan tersebut. Namun, sebuah komite arkeolog Mesir yang tinggal di Kuwait memeriksa artefak tersebut pada Kamis (8/3)."

"Laporan utama komite menyatakan bahwa artefak pertama-tama perlu dibersihkan secara profesional karena mereka tidak dapat mengidentifikasi fiturnya," tambahnya.

Abdel Gawad mengatakan, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Luar Negeri bekerja sama untuk membahas dengan pihak militer mereka terkait pengiriman artefak tersebut ke Mesir.

"Kami tidak tahu kapan Mesir akan menerima bagian ini. Namun, begitu kita menerimanya, akan diperiksa di Mesir dan sebuah laporan terperinci akan dikeluarkan."

Departemen tersebut mengatakan, potongan tersebut kemungkinan akan diperiksa di laboratorium Laboratorium Al-Tahrir di Kairo. Studi ini akan memerlukan penggunaan karbon-14, sebuah isotop radioaktif yang digunakan untuk melacak usia sebuah artefak, untuk memeriksa peti mati dan warnanya. (Arab News)

TAGS : Arkeologi Kuwait Artefak




TERPOPULER :