Rabu, 20/06/2018 20:31 WIB

Swedia Ungkap "Dosa Besar" Trump

Kesepakatan nuklir itu penting bagi negara-negara Eropa, karena mereka ingin memperluas hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Iran.

Pengembangan nukir Iran (Foto: EPA)

Tehran - Duta Besar Swedia untuk Iran, Helena Sangeland mengatakan Amerika Serikat (AS) melakukan "dosa" besar, jika ia kembali menjatuhkan sanksi ekomomi kepada Iran. Hal itu disampaikan menjelang vonis hidup dan matinya kesepakan nuklir Iran 2015.

"Eropa dan Swedia mendukung sepenuhnya kesepakatan nuklir dan selalu mengumumkan bahwa Iran berkomitmen terhadapa kesepakatan tersebut." ujar Sangland dalam konferensi di Teheran yang diselenggarakan oleh Dewan Hubungan Luar Negeri Iran (SCFR), Selasa (9/11).

Ia menjelaskan bahwa kesepakatan nuklir itu penting bagi negara-negara Eropa, karena mereka ingin memperluas hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Iran.

"Meskipun ada banyak kesulitan, volume perdagangan antara Iran dan Uni Eropa meningkat tahun ini," terang Sangland, dikutip dari Farsnew, Kamis (11/1).

Penyataan Sangland ini setelah Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Ali Akbar Salehi memperingatkan konsekuensi negatif dari sekutu Iran, jika Amerika Serikat melanggar Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

"Iran bisa mengkaji kembali kerja sama dengan badan nuklir PBB jika sampai Amerika Serikat tidak mematuhi kesepakatan nuklir multilateral yang dicapai antara Iran dan Grup 5 + 1 (Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis dan Inggris ditambah Jerman) pada tahun 2015, " kata Salehi dalam percakapan telepon dengan Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano pada Senin (8/12).

Ia menegaskan, jika Amerika Serikat tidak menerapkan komitmennya di bawah JCPOA, Republik Islam Iran akan mengambil keputusan yang dapat mempengaruhi kerja sama saat ini dengan Badan Tenaga Atom Internasional.

Pada 13 Oktober tahun lalu, Presiden AS menolak untuk menyatakan bahwa Iran mematuhi persyaratan JCPOA, berada di bawah pendahulunya, Barack Obama. Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada tanggal 19 September, Trump menyebut JCPOA sebagai transaksi terburuk dan paling sepihak yang pernah dilakukan Washington.

Iran dan Grup 5 + 1 menandatangani perjanjian nuklir pada 14 Juli 2015 dan mulai menerapkannya pada 16 Januari 2016. Di bawah JCPOA, Iran pembatasan program nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi terkait nuklir yang diberlakukan terhadap Teheran.

Untuk diketahui, pada pertengahan Januari, Donald Trump  harus memutuskan, apakah melanjutkan pembebasan sanksi terhadap Iran berdasarkan ketentuan JCPOA atau tidak.

 

TAGS : Iran Kesepakatan Nuklir Amerika Serikat Swedia




TERPOPULER :