Rabu, 24/07/2019 13:52 WIB

Inilah Transmigran dan Pendamping Lokal Desa Teladan 2017

Para teladan yang terpilih di tahun 2017 dan tahun-tahun sebelumnya, dapat menjadi lampu penerang dan pelopor percepatan kemandirian kawasan transmigrasi dan kawasan perdesaan, serta menjadi panutan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjoyo saat acara pemilihan Transmigran Teladan dan Pendamping Lokal Desa Teladan Tingkat Nasional 2017 di Kantor Kemendes PDTT Jakarta, Selasa (15/8)..

Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali menggelar pemilihan Transmigran Teladan Tingkat Nasional. Bersamaan dengan itu, untuk pertama kalinya pada tahun 2017, Kemendes PDTT juga menyelenggarakan seleksi Pendamping Lokal Desa Teladan Tingkat Nasional. Pemberian penghargaan kepada Transmigran dan Pendamping Lokal Desa Teladan merupakan bentuk apresiasi, sekaligus memberi motivasi kepada transmigran dan pendamping lokal desa lainnya, agar memberikan kontribusi maksimal sebagai salah satu ujung tombak pembangunan di daerah transmigrasi dan kawasan pedesaan.

Untuk Transmigran Teladan 2017, juara diraih Didi Jubaedi dari pemukiman transmigrasi Mahalona SP.3, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Peringkat kedua adalah Triyadi dari pemukiman transmigrasi Air Balui, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan peringkat ketiga Fathur Aswan dari pemukiman transmigrasi Anawua, Kolaka, Sulawesi Tenggara. H. Zaenudin (Brang Lamar, Sumbawa, NTB), Charles Rudlof Yeheskiel Hauteas (Klus Kualin, Timor Tengah Selatan, NTT) dan Karas Namudat (Tomage SP.1, Fakfak, Papua Barat) menempati harapan 1 hingga 3.

Selain penghargaan berupa Piala, Piagam, Plakat, juga diberikan bantuan stimulan yaitu Rp 15 juta untuk juara I, Rp 12,5juta untuk peringkat II, Rp10juta untuk juara III, Rp 7,5juta untuk Harapan I, Rp5juta untuk harapan II, dan Rp 2,5juta untuk Harapan III.

Sementara untuk Pendamping Lokal Desa Teladan 2017 yang terbagi ke dalam tiga zona, Nur Irawati dari Jambi, terpilih sebagai yang teraik untuk zona barat. Kemudian Ni Ketut Sri Astuti dari Bali terpilih sebagai yang terbaik untuk Zona Tengah dan Leo Pigame dari Papua terpilih sebagai yang terbaik dari Zona Timur. Para Pendamping Lokal Desa Teladan ini mendapat insentif berupa sepeda motor.

“Selamat kepada Transmigran Teladan dan Pendamping Lokal Desa Teladan Tingkat Nasional 2017 yang terpilih. Sekarang ini jamannya media sosial. Tolong sebarluaskan keberhasilan bapak-baak dan ibu-ibu semua melalui media sosial supaya mereka bisa ikut  mendengar dan belajar dari bapak ibu semua,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjoyo saat acara pemilihan Transmigran Teladan dan Pendamping Lokal Desa Teladan Tingkat Nasional 2017 di Kantor Kemendes PDTT Jakarta, Selasa (15/8).

Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKT) Kemendes PDTT, M. Nurdin menjelaskan, gagasan pemilihan transmigran teladan dilakukan dengan tujuan memberikan penghargaan Pemerintah melalui Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kepada Transmigran yang berprestasi sebagai pengakuan atas keteladanannya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pengembangan permukiman transmigrasi, meningkatkan motivasi transmigran, mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam memajukan permukiman transmigrasi dan kawasan transmigrasi secara mandiri dan berkelanjutan. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan citra positif pembangunan transmigrasi.

“Harapan kami, para teladan yang terpilih di tahun 2017 dan tahun-tahun sebelumnya, dapat menjadi lampu penerang dan pelopor percepatan kemandirian kawasan transmigrasi dan kawasan perdesaan, serta menjadi panutan bagi masyarakat di wilayah masing-masing,” kata Nurdin.

TAGS : Transmigran teladan pendamping lokal desa teladan




TERPOPULER :