https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

INTERNASIONAL

Terjajah Israel, Palestina Tetap Lestarikan Warisan Kuliner

Redaksi | Sabtu, 26/08/2017 09:53 WIB



Bagi banyak orang, Hebron memiliki makanan terbaik di Tepi Barat. Pengunjunga tengah menikmati sandwich knafa (Foto: Reuters)

Herbon - Setiap negara menjaga budaya merupakan bagian penting dari warisan nasional, tak terkecuali masyarakat Palestina di Tepi Barat. Di Hebron, sebuah kota alkitabiah di wilayah yang diduduki Israel, Eyad Abu Seena menjalankan toko qedra keluarganya. Bagi banyak orang, Hebron memiliki makanan terbaik di Tepi Barat.

Qedra adalah bagian dari warisan masyarakat Hebron, kata Abu Senena, Orang-orang berdatangan dari seluruh penjuru, dari Amman, hingga Yerusalem, dari (kota-kota Tepi Barat di) utara seperti Jenin dan Tulkarm. Mereka datang terutama ke Hebron untuk makan qedra.

Di jantung Kota Tua Yerusalem, yang dikuasai pasusakan Israel pada1967, Yasser Taha pemilik restoran hoki dan ikan falafel (shabu) Khan Shukri yang  paling terkenal. Pemilik berusia 70 tahun itu mengaku diwarisi resep dari ayahnya dan akan menyerahkan kepada anaknya kemudian hari.

Baca juga :
3 Warga Palestina Tewas dalam Serangan terhadap Dapur Bantuan di Gaza

"Setiap orang yang datang ke Yerusalem wajib  makan di Abu Shukri," katanya dikutip dari Arab News pada Sabtu (26/8)

Masakan Palestina bukan hanya hummus atau falafel. Ada masakan tradisional lainya yang juga harus dicicipi, seperti daun anggur dan sayuran tumbuk yang diisi nasi dan daging cincang.

Baca juga :
Komandan Jihad Islam Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon

Makanan favorit lainnya adalah maqlouba, terbuat dari lapisan daging, nasi, dan sayuran goreng seperti kembang kol, terong, kentang, dan wortel. Setiap orang punya cara sendiri untuk membuatnya," kata Raida Salhout, yang tinggal di lingkungan Jabel Mukaber di Yerusalem Timur dan sering menyajikan untuk keluarganya.

Masakan maqlouba adalah hidangan yang fleksibel secara ekonomi, ketika harga melonjak, masyarakat Palestina memilih ayam atau kentang lebih banyak daripada  daging sapi dan domba.

Baca juga :
Warga Israel Serang Warga Palestina di Tepi Barat

Di kota Qalqilya, Tepi Barat, Ahmed Ighbary juga menyajikan hidangan lainnya yaitu, zarb yang berisi daging dan nasi hangat yang sangat populer selama bulan suci Ramadhan dan perayaan lainnya. 

Ia mengaku belajar seni zarb dari ayahnya. Beberapa tahun yang lalu, ia memutuskan untuk membuka restoran dengan aula pernikahan dan oven zarb khusus untuk menjaga agar tradisi tetap berjalan. Gairah untuk menjaga warisan kuliner tetap hidup inilah yang membuat knafa Nablus begitu terkenal, kata Basil Al-Shantir.

Kota Tepi Barat terkenal dengan manisannya, dan khususnya Knafa Nablusiya, pastry semolina dan pastry keju super manis dengan sirup lebih banyak. Selama lebih dari 70 tahun, keluarga Shantir  mengeluarkan makanan penutup tanda tangan di toko Aqsa yang terletak di dalam pasar tertutup Nablus yang bersejarah. Beberapa orang bahkan membuat sandwich knafa dengan roti pita.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Palestina Kuliner Tepi Barat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777