https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Kerja Sama Nuklir

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 23/07/2026 19:30 WIB



Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) pada Rabu resmi menandatangani perjanjian kerja sama penggunaan energi nuklir. Arab Saudi dan AS menandatangani perjanjian kerja sama energi nuklir (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) pada Rabu resmi menandatangani perjanjian kerja sama penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai, demikian disampaikan Kementerian Energi Kerajaan Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis menyatakan bahwa Arab Saudi merupakan mitra strategis yang penting, dan menyepakati perjanjian nuklir dengan Riyadh adalah langkah yang masuk akal.

Rubio menegaskan bahwa pakta kerja sama dengan Arab Saudi tersebut hanya akan menghasilkan program atom sipil yang damai.

Baca juga :
Houthi Deklarasikan Blokade Maritim terhadap Arab Saudi

"Cukup saya tegaskan bahwa perjanjian apa pun yang akan kami buat dengan negara mana pun di dunia mengenai energi nuklir sipil selalu dilengkapi dengan sistem pengamanan (safeguards) untuk memastikan program tersebut tidak disalahgunakan menjadi program senjata," kata Rubio di sela-sela KTT Asia Tenggara di Manila, dilansir Arabnews.

"Arab Saudi berupaya memiliki program nuklir sipil yang damai," ujarnya kepada para wartawan, seraya mencatat bahwa kesepakatan serupa juga telah diterapkan dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga :
Ini Bedanya Visa Haji, Umrah dan Ziarah Bagi Jamaah

Kesepakatan tersebut—yang dikenal sebagai "Perjanjian 123" dan menjadi syarat wajib bagi Washington untuk menjalin kerja sama nuklir dengan negara lain—secara resmi ditandatangani oleh Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman dan Menteri Energi AS Chris Wright, berdampingan dengan apa yang disebut oleh pemerintahan Trump sebagai "perjanjian pengamanan bilateral."

Kementerian Energi Kerajaan Arab Saudi dalam pernyataannya menyebutkan bahwa perjanjian ini dibangun di atas kemitraan strategis bersejarah antara AS dan Arab Saudi. Langkah ini menyusul pengumuman oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman saat kunjungannya ke AS pada November lalu terkait keberhasilan penyelesaian negosiasi bilateral mengenai kerja sama penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

Baca juga :
IAEA Peringatkan Kerapuhan Keselamatan Nuklir PLTN Zaporizhzhia

Pihak kementerian menambahkan, perjanjian ini semakin "memperkuat kerja sama antara kedua negara di bidang energi dan teknologi maju," guna memfasilitasi pertukaran keahlian, pengetahuan, dan teknologi. Kesepakatan ini juga bertujuan untuk berkontribusi pada upaya memastikan standar internasional tertinggi bagi keselamatan nuklir, keamanan nuklir, dan non-proliferasi (penyebaran senjata nuklir).

"Perjanjian ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara untuk memperkuat hubungan komersial AS-Arab Saudi, menghadirkan kesejahteraan di dalam negeri, serta membawa keamanan bagi para sekutu kami di luar negeri," kata Wright dalam sebuah pernyataan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Energi Nuklir Arab Saudi Kerja Sama AS Arab

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777