https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Australia dan Selandia Baru Peringatkan Warganya Batasi Perjalanan ke Saudi

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 15/10/2026 14:35 WIB



Pemerintah Australia dan Selandia Baru memperingatkan warganya untuk menghindari perjalanan penerbangan ke Arab Saudi imbas serangan milisi Houthi. Bendera Arab Saudi (Foto: Unsplash/Omar Al-Ghosson)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Australia dan Selandia Baru secara resmi memperbarui imbauan perjalanan bagi warga negaranya yang hendak bepergian ke Arab Saudi menyusul lonjakan serangan rudal dan pesawat nirawak oleh kelompok Houthi.

Pembaruan peringatan keselamatan tersebut dikeluarkan sebagai respons atas eskalasi tajam serangan lintas batas Houthi yang menyasar fasilitas penerbangan sipil, infrastruktur energi, serta area permukiman di Arab Saudi yang menimbulkan korban jiwa dan gangguan perjalanan skala besar.

Pemerintah Australia terus mendesak warganya untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke Arab Saudi.

Baca juga :
Dampak Perang, IMF Proyesikan Ekonomi Arab Saudi Menyusut 3,3 Persen

Secara khusus, otoritas Australia menempatkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh di bawah peringatan langsung "jangan dikunjungi" akibat gangguan keamanan di kawasan tersebut.

Sementara itu, Selandia Baru menaikkan imbauan perjalanannya ke tingkat tertinggi.

Baca juga :
Imbas Serangan Bandara Riyadh, Turnamen Esports FIFAe Finals 2026 Ditunda

Pihak berwenang Selandia Baru memperingatkan seluruh warganya untuk menghindari segala bentuk perjalanan ke Arab Saudi.

Sebelumnya bahwa Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka pada Sabtu (10/10) lalu.

Baca juga :
Arab Saudi Cabut Status Bahaya di Riyadh dan Al-Kharj

Otoritas penerbangan setempat menyatakan sejumlah korban mengalami luka kritis, sementara kerusakan fasilitas bandara masih dalam proses pendataan.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut korban tewas berasal dari sejumlah negara. Mereka terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Para korban luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, sebagian di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut menyebabkan kerusakan properti di area bandara. Pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas penerbangan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Houthi Yaman Pemerintah Australia Selandia Baru Arab Saudi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777