https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Senin Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat dan Terburuk Ketiga di Dunia

Agus Mughni | Senin, 12/10/2026 08:16 WIB



Masyarakat pun diimbau agar tetap menjaga kesehatan dan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Ilustrasi polusi udara (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Senin (12/10/2026) pagi, kualitas udara Kota Jakarta masuk kategori tidak sehat dan terburuk ketiga di dunia.

Masyarakat pun diimbau agar tetap menjaga kesehatan dan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 08.11 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 178 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 93.5 mikrogram per meter kubik.

Baca juga :
Asap Kiriman, Kualitas Udara Singapura Kembali Memburuk

Angka tersebut berarti dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Sementara itu, kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Baca juga :
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat

Kemudian, kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Baca juga :
Pakai Masker, Jakarta Masuk Lima Kota dengan Udara Terburuk di Dunia

Adapun, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Kolkata, India dengan indeks kualitas udara di angka 196. Kemudian di urutan kedua diikuti Hanoi, Vietnam dengan indeks kualitas udara di angka 190.

Kemudian, di urutan keempat diikuti Beijing, China di angka 177, dan di urutan kelima diikuti Singapre, Singapore dengan indeks kualitas udara di angka 171.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempersiapkan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS) untuk memprediksi polusi udara lebih akurat.

Pengembangan EWS kualitas udara ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi dampak pencemaran udara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, demikian dikutip Antara.

Keberadaan sistem peringatan dini ini akan memberikan manfaat besar terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Kelompok tersebut antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan gangguan paru-paru lainnya.

Dengan adanya informasi prakiraan kualitas udara yang lebih akurat dan mudah diakses, masyarakat dapat mengambil berbagai langkah preventif saat kualitas udara diperkirakan memburuk.

Langkah tersebut antara lain menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi aktivitas fisik di area terbuka, dan mengurangi paparan terhadap polusi udara yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kualitas Udara DKI Jakarta Polusi Udara

Terkini | Senin, 12/10/2026 12:23 WIB

News

Kemenag Minta Maaf soal Pelayanan Akad Nikah, Penghulu Bakal Dievaluasi

News

Ketua DPR Minta Penanganan Banjir Padang Tak Berhenti di Evakuasi

News

Mentrans Dukung BP Batam Perluas Investasi dan Lapangan Kerja di Rempang

News

Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Ancam Kapal Matikan Navigasi

News

Serangan di Bandara Riyadh, 1 Warga Pakistan Tewas dan 11 Warga Luka-Luka

Gaya Hidup

Disinformasi Bisa Memperparah Pemanasan Global, Ini Temuan Studi Terbaru

News

Legislator Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang untuk Cegah Karhutla

News

Ketegangan Timur Tengah Memanas, Menlu Saudi-Iran Gelar Pembicaraan

News

Mentrans Dorong Revisi UU Transmigrasi, Bidik Investasi-Lapangan Kerja

Ekonomi

Kerja Sama Ekonomi, Danantara Rencana Bangun Kilang Minyak Sawit di Mesir

News

Senin Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat dan Terburuk Ketiga di Dunia

News

Iran Ajukan Tujuh Syarat kepada AS, Pembukaan Selat Hormuz Masih Buntu

Gaya Hidup

Hari Artritis Sedunia Setiap 12 Oktober, Ini Sejarah dan Tujuannya

Humanika

Mengapa Hari Jadi Provinsi Jawa Timur Diperingati Setiap 12 Oktober?

Gaya Hidup

Hari Museum Nasional Setiap 12 Oktober, Ini Sejarahnya

Humanika

12 Oktober 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Manchester United

Olahraga

Statistik Head to Head Manchester United vs Atletico Madrid

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777