https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kemenag Minta Maaf soal Pelayanan Akad Nikah, Penghulu Bakal Dievaluasi

Agus Mughni | Senin, 12/10/2026 12:00 WIB



Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan keresahan yang timbul. Akad nikah merupakan momen sakral bagi pasangan dan keluarga Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi (Foto: Kemenag)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keresahan masyarakat menyusul peristiwa dalam pelayanan akad nikah yang menjadi perhatian publik di media sosial.

Kemenag menegaskan, setiap petugas wajib memberikan pelayanan secara profesional, santun, dan menghormati masyarakat sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut dengan meminta keterangan dari para pihak dan menelaah kronologi kejadian secara menyeluruh. Hasil penelaahan akan menjadi dasar evaluasi pelayanan serta penentuan langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga :
Kemenag Buka Bantuan Pendidikan S2-S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syaratnya

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan keresahan yang timbul. Akad nikah merupakan momen sakral bagi pasangan dan keluarga. Karena itu, pelayanan harus membantu mereka menjalani prosesi dengan tenang, khidmat, dan penuh rasa hormat,” ujar Zayadi dalam keterangan resmi, Senin (12/10).

Zayadi mengatakan, Kemenag menindaklanjuti persoalan tersebut dengan mendengarkan keterangan para pihak dan menelaah kronologi secara menyeluruh. Hasil penelaahan akan menjadi dasar evaluasi pelayanan serta penentuan langkah sesuai ketentuan.

Baca juga :
Fuad Hasan Sebut Reputasi Hancur karena Tudingan Aliran Uang Kuota Haji

Ia menegaskan bahwa setiap layanan Kementerian Agama memiliki SOP yang wajib dipatuhi oleh seluruh petugas.

“Setiap layanan memiliki SOP yang harus menjadi pedoman. Jika ditemukan dugaan pelanggaran terhadap SOP, akan dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan, tegas Zayadi.

Baca juga :
Sidang Kuota Haji, Staf Kesthuri Ungkap Fee Percepatan USD 3.000 per Jemaah

Menurut Zayadi, pihaknya telah menerima laporan bahwa penghulu yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak terkait.

“Kami menghargai langkah tersebut. Namun, peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh penghulu dan petugas layanan Kementerian Agama agar senantiasa mengedepankan sikap santun dan menghormati masyarakat,” ujarnya.

Kemenag juga melibatkan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) dalam proses mediasi dan mitigasi melalui pendekatan dialogis dan persuasif. Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut sekaligus pembinaan profesi dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan.

“Kami terbuka terhadap setiap pengaduan dan masukan masyarakat. Setiap laporan perlu didengar dan ditindaklanjuti sebagai dasar untuk memperbaiki pelayanan,” kata Zayadi.

Menurutnya, penghulu hadir dalam salah satu peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, ketelitian dalam menjalankan tugas harus disertai kepekaan terhadap suasana, empati, dan kemampuan berkomunikasi dengan baik.

“Masyarakat adalah pihak yang kita layani. Karena itu, mereka harus dihormati dan dimuliakan. Profesionalitas bukan hanya menyangkut ketepatan prosedur, tetapi juga sikap, tutur kata, dan cara kita berinteraksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap ketentuan dan tata tertib dalam pelayanan akad nikah harus disampaikan secara jelas dan santun. Ketika muncul perbedaan pemahaman, penghulu perlu mengedepankan dialog serta tetap menjaga penghormatan kepada pasangan, keluarga, dan pihak lain yang terlibat dalam prosesi.

“Petugas layanan membawa wajah negara di hadapan masyarakat. Sikap dan tutur katanya harus mencerminkan pelayanan negara yang ramah, humanis, dan bermartabat,” katanya.

Zayadi juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas penghulu perlu mencakup penguatan etika profesi, pemahaman pelayanan publik, serta komunikasi yang humanis. APRI bersama pembina profesi memiliki peran dalam memperkuat kapasitas dan kualitas para penghulu.

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah akan terus melakukan pembinaan dan pemantauan kinerja penghulu secara berkelanjutan. Evaluasi diarahkan agar perbaikan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui layanan yang ramah, tertib, profesional, dan berkualitas.

“Kami akan terus memperkuat pembinaan dan pemantauan agar layanan kepenghuluan semakin profesional, bermartabat, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kementerian Agama Akad Nikah Petugas Penghulu

Terkini | Senin, 12/10/2026 13:15 WIB

Olahraga

Igor Tolic Puji Mentalitas Persib usai Imbang Lawan Dewa United

News

Said PDIP: Kapolri Suyudi Harus Benahi Pelayanan dan Integritas Polri

News

Kemenag Minta Maaf soal Pelayanan Akad Nikah, Penghulu Bakal Dievaluasi

News

Ketua DPR Minta Penanganan Banjir Padang Tak Berhenti di Evakuasi

News

Mentrans Dukung BP Batam Perluas Investasi dan Lapangan Kerja di Rempang

News

Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Ancam Kapal Matikan Navigasi

News

Serangan di Bandara Riyadh, 1 Warga Pakistan Tewas dan 11 Warga Luka-Luka

Gaya Hidup

Disinformasi Bisa Memperparah Pemanasan Global, Ini Temuan Studi Terbaru

News

Legislator Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang untuk Cegah Karhutla

News

Ketegangan Timur Tengah Memanas, Menlu Saudi-Iran Gelar Pembicaraan

News

Mentrans Dorong Revisi UU Transmigrasi, Bidik Investasi-Lapangan Kerja

Ekonomi

Kerja Sama Ekonomi, Danantara Rencana Bangun Kilang Minyak Sawit di Mesir

News

Senin Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat dan Terburuk Ketiga di Dunia

News

Iran Ajukan Tujuh Syarat kepada AS, Pembukaan Selat Hormuz Masih Buntu

Gaya Hidup

Hari Artritis Sedunia Setiap 12 Oktober, Ini Sejarah dan Tujuannya

Humanika

Mengapa Hari Jadi Provinsi Jawa Timur Diperingati Setiap 12 Oktober?

Gaya Hidup

Hari Museum Nasional Setiap 12 Oktober, Ini Sejarahnya

Humanika

12 Oktober 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777