https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pesan Menag ke Santri: Jadi Cendikiawan Arif

Agus Mughni | Minggu, 11/10/2026 22:16 WIB



Orang yang alim, berkarakter intelek, dan ilmunya dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, itulah yang disebut cendekiawan. Itulah orang yang arif Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (Foto: Kemenag)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak cukup hanya melahirkan orang yang menguasai ilmu agama. Lebih dari itu, pesantren diharapkan mampu membentuk cendekiawan yang arif, memiliki kedalaman spiritual, dan mengamalkan ilmunya untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan tausiyah kebangsaan dalam kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Gresik, Jawa Timur. Di hadapan para santri, ia menjelaskan perbedaan antara orang alim, intelektual, dan cendekiawan sebagai bagian dari tujuan pendidikan pesantren.

Menurut Nasaruddin, orang alim adalah mereka yang menguasai suatu disiplin ilmu. Sementara itu, intelektual merupakan sosok yang mampu mengamalkan pengetahuan yang dimilikinya. Adapun cendekiawan tidak hanya berilmu dan mampu mengamalkannya, tetapi juga memiliki kearifan sehingga kehadirannya membawa manfaat bagi sesama.

Baca juga :
Menag Nasaruddin Umar Soroti Tantangan Pendidikan Agama di Era AI

“Orang yang alim, berkarakter intelek, dan ilmunya dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, itulah yang disebut cendekiawan. Itulah orang yang arif. Semua orang arif itu pasti alim, tetapi tidak semua orang alim itu arif. Yang kita cari di pondok ini adalah kearifan,” kata Menag Nasaruddin dalam keterangan resmi.

Menag menerangkan bahwa keistimewaan pesantren terletak pada metode pembelajarannya yang memadukan olah nalar (ilmu hushuli) dengan olah rohani atau kontemplasi batin (ilmu hudhuri). Keberhasilan menyerap ilmu pengetahuan, lanjutnya, sangat ditentukan oleh kebersihan wadah batin santri melalui proses pensucian jiwa (tazkiyah) sebelum pengajaran (ta’lim).

Baca juga :
Pesan Menag ke Jajaran: Aduan Masyarakat Harus Segera Diklarifikasi

“Al-Qur’an menegaskan wa yuzakkihim wa yu’allimuhum—tazkiyah dulu, pembersihan batin dulu, baru kemudian taklim. Kalau dada kita seluas samudra karena batin yang bersih, maka seluas lautan pula ilmu yang bisa ditampung. Di pesantren, kalian bukan hanya dilatih mengerahkan nalar laboratorium, tetapi mengasah kekuatan rohani untuk meraih makrifat dan hikmah,” jelasnya.

Lebih lanjut, pesan yang disampaikan Menag selaras dengan kurikulum dan tradisi yang dijalankan di Mambaus Sholihin. Putera Pengasuh sekaligus Rektor UNKAFA Gresik, Muhammad Majduddin, menyampaikan bahwa sejak didirikan oleh Romo KH. Masbuhin Faqih pada 1981, pesantren ini dirancang untuk mendidik santri yang cakap secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.

Baca juga :
Beda Pendapat Soal Aturan Haji, Pejabat Kemenag Disindir Bakal Dimutasi

Majduddin memaparkan, kurikulum Mambaus Sholihin mengintegrasikan ketajaman literatur kitab kuning klasik (turots) ala Pondok Pesantren Langitan, kecakapan bahasa internasional ala Pondok Modern Gontor, serta olah batin melalui bimbingan tarekat Romo KH. Utsman Al-Ishaqi.

“Pondok ini mencampurkan pembinaan nalar melalui kajian mendalam Alfiyah, Ushul Fiqh, Nahwu, dan Sharaf, dengan kedisiplinan bahasa, serta amaliah spiritual dan riyadhah batin. Ini adalah ikhtiar kami bersama pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara lahir dan batin,” papar Majduddin.

Menag mengilustrasikan keunggulan metode belajar pesantren melalui perbandingan antara metode hushuli (nalar teoritis) yang lazim di sekolah umum dengan metode hudhuri (penghayatan rasa dan batin) khas pesantren. Menag mencontohkannya dengan analogi secangkir teh.

Secara nalar teoritis (hushuli), saat melihat air mendidih, teh celup, dan serbuk putih dalam toples diaduk, akal langsung menyimpulkan itu teh manis. Padahal, saat dicicipi secara langsung (hudhuri), rasanya justru asin karena keliru memasukkan garam.

“Kalau hanya mengandalkan teori nalar, kita bisa salah kesimpulan. Itu metode hushuli. Tetapi di pesantren, kita diajarkan metode hudhuri, kita rasakan dan alami langsung kebenarannya. Di sinilah letak berkah dan kedalaman ilmu pesantren,” terang Menag.

Metode hudhuri tersebut, lanjut Menag, melatih santri untuk tidak silau oleh gemerlap popularitas duniawi. Seorang yang telah mencapai derajat arif hanya berfokus pada ketulusan amal dan kemanfaatan bagi sesama, bukan pengakuan manusia.

“Seorang yang arif tidak peduli apakah dia populer atau tidak di bumi. Yang terpenting dia dikenal di langit, menjadi ‘artis langit’. Apa gunanya populer di bumi kalau tidak dikenal penduduk langit? Saya meyakini wajah-wajah santri di hadapan saya ini adalah wajah penghuni surga yang harum namanya di langit,” ucapnya.

Menag berpesan agar para santri tekun memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW serta menghidupkan malam hari dengan munajat dan tahajud. Mengutip mahfuzhat man thalabal `ula sahiral layali, malam hari di pesantren adalah momentum turunnya limpahan rahmat.

“Perbaiki dan bersihkan hati kalian. Bangunlah di malam hari, pungutlah butir-butir rahasia mutiara hikmah yang berguguran dari langit melalui sujud malam. Di sanalah Allah mengangkat derajat hamba-Nya menuju maqam yang terpuji,” pesan Menag.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Pendidikan Pesantren Cendikiawan Arif

Terkini | Senin, 12/10/2026 12:23 WIB

News

Kemenag Minta Maaf soal Pelayanan Akad Nikah, Penghulu Bakal Dievaluasi

News

Ketua DPR Minta Penanganan Banjir Padang Tak Berhenti di Evakuasi

News

Mentrans Dukung BP Batam Perluas Investasi dan Lapangan Kerja di Rempang

News

Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Ancam Kapal Matikan Navigasi

News

Serangan di Bandara Riyadh, 1 Warga Pakistan Tewas dan 11 Warga Luka-Luka

Gaya Hidup

Disinformasi Bisa Memperparah Pemanasan Global, Ini Temuan Studi Terbaru

News

Legislator Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang untuk Cegah Karhutla

News

Ketegangan Timur Tengah Memanas, Menlu Saudi-Iran Gelar Pembicaraan

News

Mentrans Dorong Revisi UU Transmigrasi, Bidik Investasi-Lapangan Kerja

Ekonomi

Kerja Sama Ekonomi, Danantara Rencana Bangun Kilang Minyak Sawit di Mesir

News

Senin Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat dan Terburuk Ketiga di Dunia

News

Iran Ajukan Tujuh Syarat kepada AS, Pembukaan Selat Hormuz Masih Buntu

Gaya Hidup

Hari Artritis Sedunia Setiap 12 Oktober, Ini Sejarah dan Tujuannya

Humanika

Mengapa Hari Jadi Provinsi Jawa Timur Diperingati Setiap 12 Oktober?

Gaya Hidup

Hari Museum Nasional Setiap 12 Oktober, Ini Sejarahnya

Humanika

12 Oktober 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Manchester United

Olahraga

Statistik Head to Head Manchester United vs Atletico Madrid

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777