https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

RI Kerahkan 60.000 Personel Atasi Karhutla, Malaysia Tawarkan Bantuan

Agus Mughni | Minggu, 11/10/2026 15:09 WIB



Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan Foto: Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia. (Gemini)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengerahkan lebih dari 60.000 personel serta 48 helikopter dan pesawat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

Langkah tersebut juga menjadi perhatian Malaysia setelah kabut asap dari kebakaran tersebut berdampak hingga ke wilayah Malaysia dan Singapura.

Menlu Arrmanatha mengatakan, Indonesia telah menjelaskan berbagai upaya penanganan karhutla kepada Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan. Komunikasi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada pekan ini.

Baca juga :
Hotspot Karhutla Turun, Sumsel dan Kalteng Masih Jadi Perhatian

“Ya kita sudah berkomunikasi dengan (Malaysia, red.), dari saya sudah berbicara juga dengan Menlu Malaysia, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel, kita telah menerjunkan juga 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan pengalihan cuaca,” kata Arrmanatha dilansir dari Antara pada Minggu (11/10).

Tata, sapaan akrab Arrmanatha, lebih lanjut menyampaikan karhutla di Sumatra dan Kalimantan masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia.

Baca juga :
Hotspot Karhutla Nasional Turun Jadi 527 Titik, Kalteng Justru Naik

“Harapan kita (karhutla, red.) ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan,” ujar dia.

PM Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis (8/10) mengumumkan dia telah menghubungi Presiden Prabowo dan keduanya membahas tentang karhutla di Kalimantan dan Sumatra, yang kabut asapnya berdampak hingga ke wilayah Malaysia dan Singapura.

Baca juga :
Korporasi di Pusaran Karhutla: Pelaku atau Korban?

“Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata PM Anwar.

Ia menekankan kembali kesediaan Malaysia untuk membantu Indonesia menanggulangi karhutla dan asap.

“Kita menyatakan sejak beberapa minggu lalu, kesediaan kita memberikan apa pun kerja sama. Dan saya tahu ini mengkhawatirkan dan berdampak pada kesehatan rakyat,” ujar dia.

Anwar juga mengatakan dia telah memerintahkan Menlu Malaysia untuk menghubungi Sekretariat ASEAN untuk menggelar pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup se-ASEAN untuk membahas secara khusus penanganan kabut asap. (Ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Karhutla Indonesia Kebakaran Hutan dan Lahan PM Malaysia Menlu RI Arrmanatha Nasir

Terkini | Minggu, 11/10/2026 17:11 WIB

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777