https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pariwisata Indonesia Harus Siap Menyambut Perbaikan Ekonomi Global

Syafira | Minggu, 11/10/2026 08:25 WIB



Di tahun 2026 merupakan ekonomi suram (gloomy) bagi dunia di semua sektor. Mengapa? Ruri Ketua Sobat Pesona Indonesia. (Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Tahun 2026 merupakan ekonomi suram (gloomy) bagi dunia di semua sektor. Situasi ini tidak terlepas dari terjadinya perang berkepanjangan di Eropa Timur dan Timur Tengah serta pasokan energi. Situasi global ini menggangu arah jaringan penerbangan dan minat wisata global. Walau demikian, berdasarkan keterangan World Bank dan Bank Indonesia pada tahun 2027 ekonomi global akan mengalami pemulihan.

“Terjadinya konflik berkepanjangan di Eropa antara Ukraina dan Rusia serta Timur Tengah membuat ekonomi global menjadi lesu yang berdampak terhadap sektor pariwisata tanah air,” kata Ruri Ketua Sobat Pesona Indonesia.

“Namun kondisi ekonomi dunia akan berubah berdasarkan keterangan world bank dan Bank Indonesia,” lanjutnya.

Baca juga :
Wisata Indonesia Meningkat, Pelaku Usaha Merasakan Dampak Signifikan

Lebih lanjut lulusan Vokasi UI ini menyampaikan bahwa, perubahan ekonomi global yang lebih baik tahun 2027 merupakan peluang bagi sektor pariwisata. Terlebih laporan Travel and Tourism Development Index 2026 (TTDI) mengatakan, kontribusi ekonomi Travel dan Tourism global sebesar USD 11,6 triliun (setara 10% PDB global).

Di sisi lain, TTDI mengatakan empat pilar utama yang meningkatkan ekonomi sektor periwisata yaitu, kekayaan budaya (+9,6%), pelayanan dan infrastruktur (+9,2%), bandar udara (7,2%) dan teknlogi informasi dan komunikasi (+3,2%).

Baca juga :
Pariwisata Indonesia Peringkat 22 Dunia Lewati Turki dan Belgia

“Dari empat pilar yang dipaparkan laporan TTDI, Indonesia sudah memiliki semua untuk bersaing dalam kancah global. Pariwisata Indonesia hanya perlu pemantapan kualitas dan promosi yang menjual sehingga lebih menarik minat wisatawan luar dan domestik”, imbuh Ruri.

Indonesia sendiri berdasarkan laporan TTDI ada diurutan 23 sebagai negara terbaik wisatanya dan di Asia berada di posisi kelima terbaik, setelah Jepang, China, korsel dan Singapura. Posisi ini tidak terlepas dari kerja keras Menteri Pariwisata, Widi Wardhana dengan konsep wisata naik kelas yang mengembangkan destinasi wisata tanah air, pemantapan SDM, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi serta berkelanjutan.

Baca juga :
Komisi X Minta Jangan Ada Privatisasi Pariwisata di Indonesia

“Posisi Indonesia dalam laporan TTDI tidak terlepas dari kerja keras Ibu Menteri Pariwisata dengan konsep Wisata Naik kelas. Saya juga yakin Pariwisata Indonesia akan mampu merebut pasar wisata global dan berkontribusi untuk menyumbang devisa lebih banyak lagi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia”, tutup Ruri yang juga hari ini aktif  mengembangkan Desa Wisata.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kata Ruri Sobat Pesona Indonesia Pariwisata Indonesia

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777