Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka pada Sabtu (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyampaikan bahwa belum ada laporan terkait Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal maupun luka dalam serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu.
“Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” bunyi pernyataan KBRI Riyadh yang dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu.
Kedutaan yang mengutip Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) pada Minggu, menyampaikan bahwa serangan tersebut mengakibatkan 12 korban meninggal dunia yaitu empat orang warga Arab Saudi, dua orang warga Bangladesh serta masing-masing satu orang warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina dan Sudan.
Selain itu, terdapat 309 korban luka-luka, termasuk sejumlah korban dalam kondisi kritis. Para korban luka telah mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit.
Jumlah WNI yang berada di Arab Saudi per Desember 2025 tercatat 361.147orang, dan KBRI Riyadh menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi, serta melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada atau tidak WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada Rumah Sakit di Riyadh dan sekitarnya.
Serangan tersebut juga telah berdampak pada penghentian sementara operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Penghentian tersebut akan berlangsung hingga pemeriksaan dan penilaian yang diperlukan selesai dilakukan guna memastikan keselamatan fasilitas bandara, melalui koordinasi dengan otoritas terkait.
Kedutaan menyarankan WNI yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju Arab Saudi untuk mengonfirmasi kembali status perjalanannya kepada maskapai yang digunakan sebelum menuju bandara.
Kedutaan juga menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi dan mengimbau seluruh WNI yang berada di Arab Saudi, terutama Riyadh, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat-tempat yang menjadi titik kerawanan, terutama area Bandara Internasional King Khalid dan sekitarnya, serta membatasi perjalanan
“Warga Negara Indonesia juga diimbau untuk tetap tenang, mematuhi arahan otoritas setempat, serta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh,” kata pernyataan kedutaan. (ANT)
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB