Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka pada Sabtu (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Bangladesh mengecam keras serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya.
Dalam insiden tersebut, dua warga Bangladesh turut menjadi korban tewas, sementara penutupan bandara berdampak pada jadwal penerbangan dari Dhaka.
Kecaman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Bangladesh pada Minggu (11/10), sehari setelah serangan terjadi. Pemerintah Bangladesh juga menegaskan solidaritasnya terhadap Arab Saudi dan meminta penghentian serangan yang mengancam keselamatan warga sipil.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Bangladesh menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil tidak dapat diterima.
“Serangan yang membahayakan nyawa warga sipil dan menargetkan infrastruktur sipil tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan,” demikian pernyataan kementerian tersebut.
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi melaporkan bahwa serangan di Bandara Internasional King Khalid menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka. Selain empat warga Arab Saudi dan dua warga Bangladesh, korban tewas masing-masing mencakup satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyatakan bahwa perwakilan diplomatiknya di Riyadh tengah berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memperoleh informasi mengenai warga Bangladesh yang tewas maupun terluka.
Koordinasi tersebut juga dilakukan untuk memfasilitasi bantuan yang diperlukan bagi warga Bangladesh yang terdampak serangan.
Pemerintah Bangladesh menaruh perhatian pada penanganan para korban, mengingat dua warga negaranya termasuk dalam daftar korban meninggal dunia.
Selain mengecam serangan, Bangladesh menyerukan penghentian segera permusuhan serta perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil. Pemerintah negara Asia Selatan itu juga mendorong penyelesaian krisis melalui dialog dan diplomasi.
Menurut Kementerian Luar Negeri Bangladesh, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan.
Sikap ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangkaian serangan rudal dan drone Houthi terhadap bandara serta fasilitas di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Bangladesh menegaskan solidaritasnya dengan Riyadh, sekaligus meminta agar keselamatan warga sipil tidak kembali terancam oleh eskalasi konflik.
Dampak serangan juga dirasakan sektor penerbangan Bangladesh. Otoritas Penerbangan Sipil Bangladesh melaporkan bahwa hingga Minggu pagi, lima penerbangan dari Dhaka telah dibatalkan akibat penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Sebelumnya, operasional bandara utama ibu kota Arab Saudi itu dihentikan sementara untuk memungkinkan petugas menilai kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas penerbangan.
Penutupan tersebut mengganggu jadwal perjalanan penumpang yang hendak menuju Riyadh maupun melakukan perjalanan lanjutan. Belum ada keterangan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia mengenai kapan operasional bandara akan kembali normal. (*)
Sumber: Anadolu
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Bangladesh kecam Houthi Serangan Bandara Riyadh Arab Saudi
























