https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

AS Susun Rencana Serangan Baru ke Iran, Bom MOAB Masuk Pertimbangan

Agus Mughni | Kamis, 15/10/2026 14:25 WIB



Militer Amerika Serikat dilaporkan menyiapkan opsi serangan baru terhadap Iran, termasuk kemungkinan menggunakan Militer Amerika Serikat dilaporkan menyiapkan opsi serangan baru terhadap Iran, termasuk kemungkinan menggunakan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB) yang dijuluki Mother of All Bombs (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Militer Amerika Serikat dilaporkan menyiapkan opsi serangan baru terhadap Iran, termasuk kemungkinan menggunakan bom konvensional terbesar dalam persenjataan Washington, GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB) yang dijuluki Mother of All Bombs.

Opsi tersebut disebut mencakup fasilitas energi dan lokasi yang berkaitan dengan program nuklir Iran jika Presiden Donald Trump memerintahkan dimulainya kembali operasi tempur skala besar.

Laporan CNN pada Rabu menyebutkan, rencana tersebut disusun sebagai bagian dari persiapan militer AS menghadapi berbagai kemungkinan eskalasi konflik. Namun, penggunaan MOAB belum dipastikan dan masih menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan para perencana militer.

Baca juga :
Trump Prediksi Perang Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Bakal Anjlok

Jika benar-benar dikerahkan, bom raksasa itu akan menandai peningkatan signifikan dalam intensitas serangan AS terhadap Iran. Meski demikian, sejumlah pejabat dan sumber yang mengetahui pembahasan rencana militer tersebut mempertanyakan kemampuannya untuk menghancurkan sasaran yang berada jauh di bawah tanah.

Menurut sumber-sumber yang dikutip CNN, Trump telah meminta militer menyiapkan pilihan serangan tambahan terhadap target Iran, termasuk infrastruktur energi dan fasilitas yang terkait dengan program nuklir negara tersebut. Serangan itu berpotensi dilakukan sebelum ataupun setelah pemilihan paruh waktu AS, bergantung pada keputusan presiden untuk melanjutkan operasi militer besar-besaran.

Baca juga :
Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Taktik Baru Iran di Selat Hormuz

Salah satu sumber yang mengetahui perencanaan tersebut mengatakan, opsi serangan juga dapat dipertimbangkan sebelum pasukan AS ditarik dari wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS atau US Central Command (CENTCOM). Langkah itu berpotensi memberi pemerintahan Trump kesempatan melancarkan serangan tambahan sebelum menyatakan kemenangan dan menarik pasukannya.

Salah satu target yang disebut dalam perencanaan serangan adalah Pickaxe Mountain, lokasi bawah tanah yang dicurigai berkaitan dengan program nuklir Iran. Sumber kedua yang dikutip CNN menyebutkan, rencana serangan terhadap fasilitas nuklir Iran secara eksplisit memasukkan kemungkinan penggunaan MOAB.

Baca juga :
Gertak Iran, Trump: Kami Akan Berikan Pelajaran Keras

Trump berulang kali mengancam akan menargetkan Pickaxe Mountain. Washington dan Israel meyakini Iran menyimpan komponen program nuklirnya di lokasi tersebut. Pemerintahan AS juga terus menegaskan bahwa mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir merupakan salah satu tujuan utama kampanye militernya.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa perencana militer secara rutin menyiapkan beragam opsi bagi pengambil kebijakan. Pilihan tersebut mencakup operasi dengan intensitas lebih rendah hingga serangan berkekuatan besar terhadap sasaran yang memiliki perlindungan ketat.

Meski demikian, kemampuan MOAB untuk menghancurkan fasilitas nuklir yang tertanam jauh di bawah tanah masih diragukan. Bom berpemandu GPS ini dirancang untuk menghasilkan kehancuran luas di permukaan, bukan untuk menembus lapisan tanah dan batuan yang sangat tebal.

Daya rusaknya dapat menjangkau area yang diperkirakan setara dengan sekitar sembilan blok kota. Namun, kemampuan tersebut tidak serta-merta membuat MOAB efektif untuk menghancurkan fasilitas yang dilindungi lapisan granit dan struktur pertahanan bawah tanah.

Salah satu sumber yang mengetahui pembahasan rencana militer itu menggambarkan MOAB sebagai senjata yang lebih cocok untuk menghancurkan area luas daripada menembus sasaran bawah tanah. Keterbatasan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaannya terhadap fasilitas nuklir yang menjadi salah satu fokus rencana serangan.

Selain efektivitas militernya, penggunaan MOAB juga berpotensi memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga sipil. Ledakan dengan daya rusak luas dapat menghancurkan kawasan di sekitar titik serangan, terutama apabila sasaran berada dekat permukiman atau fasilitas sipil.

Risiko tersebut menjadi perhatian jika serangan diarahkan ke infrastruktur energi yang berada di kawasan berpenduduk. Kerusakan pada fasilitas semacam itu juga berpotensi menimbulkan dampak lebih luas bagi masyarakat, meskipun rincian dampaknya belum dijelaskan dalam laporan tersebut.

Terlepas dari keterbatasan daya tembusnya, sumber-sumber yang dikutip CNN menyebutkan bahwa militer AS turut mempertimbangkan dampak psikologis penggunaan MOAB. Senjata tersebut berpotensi menjadi alat tekanan terhadap Iran, meski belum ada kepastian bahwa ancaman serangan tambahan akan membuat Teheran menerima tuntutan Washington. (*)

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Amerika Serikat Perang Iran Bom MOAB Mother of All Bombs

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777