https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hari Perempuan Pedesaan Setiap 15 Oktober, Ini Sejarah dan Maknanya

Vaza Diva | Kamis, 15/10/2026 10:05 WIB



Setiap tanggal 15 Oktober, masyarakat internasional memperingati Hari Perempuan Pedesaan Internasional Ilustrasi - Hari Perempuan Pedesaan Internasional setiap 15 Oktober (Foto: RRI/Gemini AI)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 15 Oktober, masyarakat internasional memperingati Hari Perempuan Pedesaan Internasional (International Day of Rural Women).

Peringatan ini diselenggarakan untuk memberikan pengakuan atas peran vital dan kontribusi besar perempuan di wilayah pedesaan, termasuk kelompok perempuan adat dalam menjaga ketahanan pangan, pembangunan sektor pertanian, serta pengentasan kemiskinan di tingkat tapak.

Gagasan untuk mengapresiasi peran perempuan pedesaan secara khusus pertama kali diwacanakan dalam Konferensi Dunia tentang Perempuan Ke-4 di Beijing, Tiongkok, pada tahun 1995.

Baca juga :
Mengapa Hari Pelajar Sedunia Diperingati Setiap 15 Oktober?

Saat itu, berbagai organisasi masyarakat sipil mengusulkan adanya hari khusus untuk menyoroti kontribusi mereka.

Pemilihan tanggal 15 Oktober dilakukan secara sengaja karena bertepatan dengan satu hari sebelum Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober, guna menegaskan hubungan erat antara kerja keras perempuan desa dan ketersediaan pangan global.

Baca juga :
Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Setiap 15 Oktober, Ini Sejarahnya

Langkah ini mendapat legitimasi resmi ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan Resolusi 62/136 pada Desember 2007, yang kemudian mengantarkan pada perayaan perdana secara global pada 15 Oktober 2008.

Berdasarkan data dari PBB dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), perempuan mencakup lebih dari 40 persen tenaga kerja pertanian di negara-negara berkembang.

Baca juga :
Hari Kesadaran Limbah Elektronik Setiap 14 Oktober, Ini Sejarahnya

Peran mereka membentang luas mulai dari pengelolaan lahan, penanaman, pemanenan, distribusi hasil tani di pasar lokal, hingga pengelolaan nutrisi keluarga.

Di Indonesia sendiri, perempuan desa memegang posisi sentral dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian rakyat dan komoditas pangan lokal.

Meskipun memegang fungsi strategis, perempuan pedesaan hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan diskriminasi struktural.

Mereka kerap mengalami keterbatasan hak atas kepemilikan lahan, minimnya akses terhadap kredit perbankan dan teknologi pertanian, serta beban kerja ganda akibat tanggung jawab domestik yang tak berbayar.

Selain itu, keterbatasan infrastruktur pedesaan sering kali menyulitkan mereka untuk mendapatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan yang layak.

Melalui peringatan Hari Perempuan Pedesaan Internasional, dunia diingatkan bahwa pemberdayaan perempuan desa bukan sekadar isu kesetaraan gender, melainkan kunci utama pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam menghapus kelaparan dan kemiskinan.

Pengakuan hak, penyediaan akses modal, serta kebijakan inklusif bagi perempuan desa menjadi langkah krusial untuk menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi global di masa depan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Perempuan Pedesaan Internasional 15 Oktober Peringatan Dunia Bulan Oktober

Terkini | Kamis, 15/10/2026 11:19 WIB

Gaya Hidup

Hari Kehilangan Kehamilan dan Bayi Setiap 15 Oktober, Ini Maknanya

Gaya Hidup

Mengapa Hari Pelajar Sedunia Diperingati Setiap 15 Oktober?

News

Mentrans Sambut Baik Usulan Tiongkok Kolaborasi Pusat Riset Padi di Merauke

Humanika

Hari Perempuan Pedesaan Setiap 15 Oktober, Ini Sejarah dan Maknanya

News

Kamis Pagi, Kualitas Udara Medan dan Jakarta Tidak Sehat

Ekonomi

Transformasi RSPP, BP BUMN dan Danantara Siapkan Rp581 Miliar

Gaya Hidup

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Setiap 15 Oktober, Ini Sejarahnya

Gaya Hidup

Riset: 91 Persen Perusahaan Belum Mengukur Dampak Keanekaragaman Hayati

News

Trump Doakan Paus Leo XIV Cepat Pulih setelah Diagnosis Kanker Paru-paru

News

Terjebak di Bekas Karhutla, Orangutan 20 Tahun Dievakuasi

News

Pemerintah Matangkan Skema Pendidikan Gratis PAUD hingga Perguruan Tinggi

News

Transformasi BMN, Setjen DPR Sukseskan Aplikasi SATRIA dan Sensus Data

News

Pemerintah Fokus Tangani Pemadaman Karhutla di Kalteng dan Sumsel

News

Komisi III: RUU Perampasan Aset Harus Percepat Pemulihan Keuangan Negara

News

Belajar dan Bermain, Siswa PAUD Kunjungi Lapas Kembang Kuning Nusakambangan

Humanika

400 Orang Daftar, MUI DKI Jakarta Seleksi 50 Calon Kader Ulama Angkatan XX

Ekonomi

Pertamina Kerahkan Berbagai Upaya untuk Pemulihan Layanan BBM di Bali

News

KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Bencana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777