https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pemerintah Fokus Tangani Pemadaman Karhutla di Kalteng dan Sumsel

Redaksi | Kamis, 15/10/2026 07:36 WIB



Pemerintah terus memperkuat penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan melalui operasi pemadaman darat serta dukungan operasi udara. Brigade Manggala Agni Kemenhut dalam upaya pemadaman karhutla di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Riau (Foto: Kemenhut)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan melalui operasi pemadaman darat serta dukungan operasi udara. Upaya tersebut berjalan seiring dengan penurunan jumlah titik panas (hotspot) secara nasional berdasarkan pemantauan hingga 13 Oktober 2026 malam.

Juru Bicara sekaligus Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton S.P. Panjaitan, mengatakan operasi darat tetap menjadi prioritas pemadaman karena dinilai lebih efektif menjangkau titik kebakaran.

“Sedangkan operasi pemadaman tentu mengutamakan operasi darat karena pemadaman ini yang lebih efektif. Operasi darat bisa memadamkan seketika, (walaupun) tidak sampai ke dalam gambut,” ungkap Berton dalam konferensi pers, Rabu, 14 Oktober 2026.

Baca juga :
Puan Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Warga Terdampak Karhutla

Selain pemadaman darat, pemerintah mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan mempertimbangkan ketersediaan dan pertumbuhan awan. Menurut Berton, pelaksanaan OMC dapat dioptimalkan ketika awan berada di wilayah yang memungkinkan untuk mendukung terjadinya hujan.

“Kemudian operasi OMC. OMC sangat bergantung pada pertumbuhan awan. Jadi ketika pertumbuhan awan ada di Kalimantan Barat kita optimalkan sehingga hujan yang kontinu, yang konsisten itu tetap terjadi. Jadi ini yang kita jaga momentumnya,” jelasnya.

Baca juga :
Karhutla Kalimantan, Legislator PKS Kirim Oksigen dan Masker

Berton menjelaskan, operasi modifikasi cuaca untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dilakukan dari beberapa lokasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi awan. Adapun untuk Sumatera Selatan, OMC direncanakan menggunakan pangkalan di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

“Jadi, ada helikopter direncanakan dari sana karena visibility lebih memungkinkan di sana,” terangnya.

Baca juga :
Menhut Bakal Sanksi 5-6 Perusahaan Terkait Karhutla dan Tambah Polisi Hutan

Dari sisi pengerahan personel, Kementerian Kehutanan turut memperkuat dukungan untuk penanganan karhutla. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menyebutkan sebanyak 1.419 personel Manggala Agni diterjunkan di empat provinsi. Kemenhut juga menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN), dengan sekitar 2.000 personel berstatus bantuan kendali operasi (BKO) yang saat ini aktif di lapangan.

Data Kemenhut menunjukkan jumlah hotspot pada periode 1–13 Oktober 2026 lebih rendah dibandingkan periode 17–30 September 2026. Pada periode September, tercatat 9.080 hotspot atau rata-rata 649 titik per hari, dengan puncak 1.843 titik pada 20 September.

Adapun pada periode 1–13 Oktober 2026, tercatat 7.519 hotspot, dengan puncak 1.029 titik pada 8 Oktober. Penurunan paling tajam terjadi pada 13 Oktober, ketika jumlah hotspot nasional turun dari 1.085 titik pada 12 Oktober menjadi 244 titik.

“Secara nasional, 24 jam terakhir turun 77,5 persen. Khusus untuk di Kalimantan Tengah, terdapat penurunan dari 227 titik hotspot menjadi 65 titik hotspot. Serta di Sumatera Selatan dari 147 titik hotspot menjadi 59 titik hotspot,” kata Ristianto.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pemerintah Tangani Pemadaman Karhutla Karhutla di Kalteng dan Sumsel Kebakaran Hutan

Terkini | Kamis, 15/10/2026 10:19 WIB

Humanika

Hari Perempuan Pedesaan Setiap 15 Oktober, Ini Sejarah dan Maknanya

News

Kamis Pagi, Kualitas Udara Medan dan Jakarta Tidak Sehat

Ekonomi

Transformasi RSPP, BP BUMN dan Danantara Siapkan Rp581 Miliar

Gaya Hidup

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Setiap 15 Oktober, Ini Sejarahnya

Gaya Hidup

Riset: 91 Persen Perusahaan Belum Mengukur Dampak Keanekaragaman Hayati

News

Trump Doakan Paus Leo XIV Cepat Pulih setelah Diagnosis Kanker Paru-paru

News

Terjebak di Bekas Karhutla, Orangutan 20 Tahun Dievakuasi

News

Pemerintah Matangkan Skema Pendidikan Gratis PAUD hingga Perguruan Tinggi

News

Transformasi BMN, Setjen DPR Sukseskan Aplikasi SATRIA dan Sensus Data

News

Pemerintah Fokus Tangani Pemadaman Karhutla di Kalteng dan Sumsel

News

Komisi III: RUU Perampasan Aset Harus Percepat Pemulihan Keuangan Negara

News

Belajar dan Bermain, Siswa PAUD Kunjungi Lapas Kembang Kuning Nusakambangan

Humanika

400 Orang Daftar, MUI DKI Jakarta Seleksi 50 Calon Kader Ulama Angkatan XX

Ekonomi

Pertamina Kerahkan Berbagai Upaya untuk Pemulihan Layanan BBM di Bali

News

KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Bencana

News

Komisi VIII DPR Soroti Pengawasan Internal BNPB Pasca OTT KPK

News

Legislator PKB Minta Pertamina Evaluasi Distribusi BBM di Bali

News

Pemerintah Matangkan Skema Pendidikan Gratis, Bahas Biaya Pesantren-UKT

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777