https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Terjebak di Bekas Karhutla, Orangutan 20 Tahun Dievakuasi

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 15/10/2026 08:32 WIB



Dokter hewan Ichlasul Khaerul menerangkan secara umum kondisi orangutan tersebut dalam keadaan sehat. Ilustrasi orangutan (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com  - Satu orangutan betina berusia sekitar 20 tahun berhasil diselamatkan dari kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

“Rabu, 14 Oktober 2026, kami BKSDA Kalteng dengan dibantu kawan-kawan dari Yayasan OFI dan Komunitas Animal Rescue Sampit melakukan penyelamatan satu individu orangutan. Kondisinya saat ditemukan terjebak di areal terbakar bekas kebakaran,” kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah di Sampit, Kamis (15/10).

Penyelamatan satwa dilindungi tersebut melibatkan BKSDA Kalimantan Tengah, Yayasan Orangutan Foundation International (OFI), dan Komunitas Animal Rescue Sampit. Lokasi tepatnya di di Gang Sahabat, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 9, arah Sampit-Palangka Raya.

Baca juga :
Kabut Asap RI Kembali Mengancam Asia Tenggara, Ini Kota-Kota yang Terdampak

Muriansyah menjelaskan, laporan keberadaan orangutan tersebut pertama kali diterima petugas sekitar pukul 10.00 WIB dari warga yang menemukannya ketika beraktivitas di kebun. Setelah menerima laporan, petugas BKSDA Pos Sampit segera menuju lokasi dan melakukan pemantauan memastikan keberadaan satwa tersebut.

Kemudian pihaknya berkoordinasi dengan Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng untuk upaya penyelamatan.

Baca juga :
Apa Itu Lahan Gambut? Kenapa Sulit Dipadamkan?

“Sekitar pukul 16:00 WIB, kawan-kawan dari Komunitas Animal Rescue Sampit juga tiba di lokasi untuk membantu pemantauan, bersama dengan warga yang melapor kami berjaga di lokasi,” jelasnya.

Tim SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng bersama OFI tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Proses penyelamatan berlangsung dengan tantangan tersendiri. Akses menuju titik keberadaan orangutan cukup sulit karena sebagian besar jalan telah terbakar, sementara kondisi lahan gambut dan sisa pepohonan yang setengah terbakar menghambat pergerakan tim.

Baca juga :
Bisakah RI Digugat ke Mahkamah Internasional gegara Karhutla?

Evakuasi juga dilakukan pada malam hari dengan penerangan terbatas. Petugas hanya mengandalkan senter portabel, sedangkan perjalanan menuju lokasi harus menggunakan kendaraan roda dua sebelum dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Kendati begitu, upaya penyelamatan satwa tersebut sukses dilaksanakan. Seluruh proses evakuasi sampai dengan pemeriksaan kesehatan serta fisik satwa tersebut berlangsung dari pukul 19:00 WIB sampai 20:00 WIB.

Muriansyah juga menyampaikan, tim tidak menemukan sarang orangutan di sekitar lokasi. Karena itu, pihaknya menduga satwa tersebut sedang melintas untuk mencari makan sebelum keberadaannya diketahui warga dan membuatnya naik ke pohon.

“Seperti yang sebelumnya, orangutan saat terdesak kebakaran akan berpindah ke tempat yang lebih baik. Kami menduga kuat orangutan tadi mencari makan dan terlihat oleh warga, kemudian dilaporkan kepada petugas BKSDA,” ujarnya.

Dokter hewan Ichlasul Khaerul menerangkan secara umum kondisi orangutan tersebut dalam keadaan sehat.

"Setelah melakukan pemeriksaan fisik, kami tidak menemukan adanya patah tulang, luka, ataupun peluru di tubuh orangutan tersebut,” terang Ichlasul.

Pemeriksaan awal juga tidak menunjukkan gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berdasarkan pemeriksaan menggunakan stetoskop, suara paru-paru orangutan masih tergolong baik. Aktivitasnya sebelum pembiusan juga menunjukkan satwa tersebut masih bergerak aktif.

Kendati begitu, dokter hewan tersebut menduga orangutan mengalami kekurangan asupan makanan jika melihat kondisi lapangan yang minim sumber pakan dan lingkar perutnya.

Walaupun, berat badan 28 kilogram dinilai masih ideal untuk orangutan betina, tetapi pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatannya.

“Untuk pemeriksaan lanjutan, kami akan memeriksa sampel darah di laboratorium. Kami juga akan melihat kondisinya setelah sadar dari pembiusan, apakah ada efek lain yang sebelumnya tidak ditemukan saat pemeriksaan di lapangan,” terangnya.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan koordinasi dengan BKSDA untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk rencana pemindahan atau translokasi Ira ke lokasi yang sesuai. (Ant).

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Karhutla Kalimantan Penyelamatan Orangutan Kotawaringin Timur

Terkini | Kamis, 15/10/2026 10:19 WIB

Humanika

Hari Perempuan Pedesaan Setiap 15 Oktober, Ini Sejarah dan Maknanya

News

Kamis Pagi, Kualitas Udara Medan dan Jakarta Tidak Sehat

Ekonomi

Transformasi RSPP, BP BUMN dan Danantara Siapkan Rp581 Miliar

Gaya Hidup

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Setiap 15 Oktober, Ini Sejarahnya

Gaya Hidup

Riset: 91 Persen Perusahaan Belum Mengukur Dampak Keanekaragaman Hayati

News

Trump Doakan Paus Leo XIV Cepat Pulih setelah Diagnosis Kanker Paru-paru

News

Terjebak di Bekas Karhutla, Orangutan 20 Tahun Dievakuasi

News

Pemerintah Matangkan Skema Pendidikan Gratis PAUD hingga Perguruan Tinggi

News

Transformasi BMN, Setjen DPR Sukseskan Aplikasi SATRIA dan Sensus Data

News

Pemerintah Fokus Tangani Pemadaman Karhutla di Kalteng dan Sumsel

News

Komisi III: RUU Perampasan Aset Harus Percepat Pemulihan Keuangan Negara

News

Belajar dan Bermain, Siswa PAUD Kunjungi Lapas Kembang Kuning Nusakambangan

Humanika

400 Orang Daftar, MUI DKI Jakarta Seleksi 50 Calon Kader Ulama Angkatan XX

Ekonomi

Pertamina Kerahkan Berbagai Upaya untuk Pemulihan Layanan BBM di Bali

News

KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Bencana

News

Komisi VIII DPR Soroti Pengawasan Internal BNPB Pasca OTT KPK

News

Legislator PKB Minta Pertamina Evaluasi Distribusi BBM di Bali

News

Pemerintah Matangkan Skema Pendidikan Gratis, Bahas Biaya Pesantren-UKT

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777